Nasional Institut Desak Kapolri Usut Mastermind di Balik Penyadapan Ilegal Presiden

Sabtu, 7 November 2026 - 00:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Jakarta – Upaya Kepolisian Republik Indonesia dalam membongkar praktik penyadapan ilegal, yang dimotori Pejabat Tinggi dan Menengah di Korps Bhayangkara, mendapatkan apresiasi publik. Direktur Eksekutif Nasional Institut menyampaikan penghargaan pada Kapolri Jend. Pol. Suyudi beserta jajarannya karena dinilai telah bertindak presisi serta akuntabel dalam membongkar kejahatan siber.

Direktur Eksekutif Nasional Institut Riyanda Barmawi menegaskan bahwa praktik kejahatan siber yang beroperasi sejak 2025 yang kemudian terungkap pada oktober 2026 dan diikuti dengan penetapan sejumlah tersangka di awal November 2026, hanyalah pintu masuk. Dia menilai ini merupakan kejahatan luar biasa lantaran turut menyasar pemimpin tertinggi negara, yakni presiden.

“Aksi sadap ini jelas tindakan culas, destruktif dan sangat berbahaya karena tidak hanya melanggar privasi warga negara, pimpinan partai, ormas dan aktivis. Tapi pada saat yang sama, Presiden Prabowo juga turut diincar. Jadi di balik benteng pertahanan informasi nasional telah mereka jebol,” tegas Riyanda di Jakarta, Jumat (6/11).

Ia mendesak Kepolisian agar menjaga transparansi serta melakukan penegakan hukum tanpa tebang pilih. Penegakan hukum harus berjalan lurus tanpa kompromi, mengingat, penyadapan ilegal terhadap Presiden merupakan bentuk ancaman fundamental bagi kedaulatan dan keamanan nasional.

Menurut Riyanda penyidikan kasus ini tidak boleh parsial. Kepolisian wajib menelusuri dan membongkar rantai komando secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya. Langkah ini penting agar publik mengetahui apakah ada aktor intelektual (mastermind) hingga penyokong dana yang merancang aksi berbahaya ini.

“Menangkap eksekutor lapangan itu mudah, tetapi memberangus aktor intelektual dan penyokong dana di balik operasi penyadapan adalah ujian sejati keberanian kepolisian,” pungkasnya.

Selain mengungkap struktur jaringan, Riyanda Barmawi juga mendesak penyidik Polri untuk membongkar motif dan tujuan utama dibalik aksi penyadapan. Pasalnya hasil dari penyadapan, utamanya menyangkut Presiden, sangat rawan disalahgunakan sebagai alat manipulasi politik tingkat tinggi, tekanan dan intimidasi, hingga tindakan destabilisasi negara.

“Penyadapan terhadap Presiden, termasuk dengan pimpinan partai dan tokoh politik, adalah tindakan culas yang melampaui batas dan mengancam keamanan negara. Harus ada audit kebocoran data untuk memetakan dampaknya, menyita seluruh aset rekaman, dan memastikan privasi dan kedaulatan informasi nasional terlindungi dari sabotase,” tukas Riyanda.

Sebagai penutup, Riyanda menegaskan bahwa pembiaran kebocoran data akan semakin mempertegas preseden buruk dimana privasi dan keselamatan simbol negara beresiko diperdagangkan untuk tujuan tertentu.

Komentar

Berita Terkait

Voucke Lontaan: Pemberhentian Firdaus dari PWI Bias, DK PWI Harus Juga Beri Pilihan ke Munir
Tenaga Kerja di Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir 
Buntut Dugaan Kasus VCS Bupati Halmahera Utara, Poros Muda Maluku Utara Gelar Audiensi di Kemendagri
Alokasi DBH Halsel Rp102,8 Miliar Disorot, GPRH Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap
Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026
Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki
Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara
Dugaan Keterlibatan Kepala BPJN dalam Proyek Dapur MBG FAI Desak Kepala BGN Evaluasi Total SPPG di Maluku Utara dan Cabut izin operasi Yayasan Abdi Bangun Negeri
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 00:18 WIT

Nasional Institut Desak Kapolri Usut Mastermind di Balik Penyadapan Ilegal Presiden

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:18 WIT

Voucke Lontaan: Pemberhentian Firdaus dari PWI Bias, DK PWI Harus Juga Beri Pilihan ke Munir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:27 WIT

Tenaga Kerja di Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:04 WIT

Buntut Dugaan Kasus VCS Bupati Halmahera Utara, Poros Muda Maluku Utara Gelar Audiensi di Kemendagri

Selasa, 29 September 2026 - 05:02 WIT

Alokasi DBH Halsel Rp102,8 Miliar Disorot, GPRH Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap

Jumat, 11 September 2026 - 16:27 WIT

Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026

Rabu, 9 September 2026 - 01:16 WIT

Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki

Selasa, 8 September 2026 - 06:50 WIT

Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara

Berita Terbaru