tajukmalut.com | Halmahera Selatan – 2 Agustus 2025 Kebijakan pendidikan gratis yang digagas Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, dinilai belum berjalan sesuai harapan masyarakat. Program yang digadang-gadang untuk meningkatkan akses pendidikan itu dianggap masih bersifat tebang pilih, karena hanya menyasar lembaga pendidikan tertentu yang memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan.
Dari hasil penelusuran tajukmalut.com, salah satu lembaga pendidikan formal di Halmahera Selatan, yakni LPK Binari, hingga kini sama sekali belum tersentuh program hibah pendidikan dari Pemerintah Daerah. Padahal, lembaga ini telah bertahun-tahun aktif mencetak generasi muda Halsel di bidang keterampilan komputer.
“Sejak berdiri, LPK Binari belum pernah mendapat dukungan berupa beasiswa maupun bantuan sarana-prasarana pendidikan dari Pemda. Padahal, kontribusinya terhadap peningkatan kualitas SDM di Halsel sangat nyata,” ungkap salah satu sumber internal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini kontras dengan sejumlah perguruan tinggi dan yayasan pendidikan yang disebut-sebut mendapat perhatian lebih dari Pemda Halsel, di antaranya Universitas Nurul Hasan (UNSAN) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairaat (STAIA).

Sejumlah siswa LPK Binari yang ditemui media juga menyuarakan kekecewaannya. Mereka mengaku harus menanggung biaya sendiri tanpa adanya bantuan beasiswa sebagaimana mahasiswa di perguruan tinggi lain di Halsel.
“Kami ingin sekali ikut program 1 tahun, tapi karena biaya terbatas, akhirnya hanya bisa ambil program 3 bulan. Sementara teman-teman yang kuliah di kampus lain bisa dapat beasiswa dari pemerintah,” tutur salah seorang pelajar LPK Binari yang enggan disebutkan namanya.
Para pelajar berharap, pemerintah daerah lebih bijak dan adil dalam menyalurkan hibah pendidikan. Menurut mereka, kebijakan ini seharusnya menyentuh semua lembaga pendidikan formal, tanpa memandang relasi politik atau kekuasaan.
“Kami hanya minta pemerintah lebih arif. Jangan sampai program pendidikan gratis ini hanya menguntungkan kelompok tertentu, sementara lembaga lain yang juga berkontribusi untuk daerah justru diabaikan,” tutup pelajar tersebut.(red)










