tajukmalut.com | Halmahera Selatan – Gelaran Job Fair yang dibuka Disnakertrans Kabupaten Halmahera Selatan dalam rangka HUT Ke-23 Halsel mendapat sorotan tajam.
Ketua GMNI Cabang Halmahera Selatan, Munawir Mandar, menilai kegiatan yang katanya membuka 1000 lowongan kerja itu justru tidak berpihak pada tenaga kerja lokal.
“Job Fair yang dilaksanakan Pemda Halmahera Selatan ini kesannya hanya untuk meramaikan HUT. Substansinya tidak dirasakan oleh pencari kerja lokal,” tegas Munawir kepada media, Kamis 17 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Munawir menyoroti persoalan lanjutan setelah Job Fair digelar. Menurutnya, banyak peserta dari Halsel yang dinyatakan lulus oleh Disnakertrans, namun hingga saat ini belum ada panggilan lanjutan dari perusahaan.
“Pengumuman nama yang dinyatakan lulus oleh Disnaker sampai saat ini belum dipanggil. Ini yang bikin kami bertanya, untuk siapa sebenarnya Job Fair ini?” ujarnya.
Ia menilai, jika tujuannya membuka lapangan kerja untuk warga Halsel, maka mekanisme follow up harus jelas. Jangan sampai hanya jadi seremoni tanpa kepastian.
GMNI Halsel mendesak Pemerintah Daerah dan Disnakertrans untuk segera mengevaluasi pelaksanaan Job Fair.
Menurut Munawir, dalam setiap pembukaan lapangan kerja, perusahaan yang masuk ke Halsel wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai amanat UU Ketenagakerjaan.
“Jangan jadikan anak-anak Halsel hanya sebagai penonton di tanahnya sendiri. Kalau 1000 lowongan itu benar ada, buktikan dengan data berapa yang sudah kerja dan berapa yang orang Halsel,” desak Munawir.
Ia juga meminta Pemda transparan terkait perusahaan apa saja yang ikut, kuota untuk putra daerah, dan tindak lanjut rekrutmennya.(red)








