Diduga Sarat Kepentingan, Rekrutmen Fasilitator Program TEKAD di Maluku Utara Dikecam Publik

Jumat, 18 Juli 2025 - 08:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Maluku Utara –Proses rekrutmen fasilitator program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Provinsi Maluku Utara diduga kuat sarat kepentingan dan tidak transparan. Belum juga dibuka secara resmi, sejumlah nama calon fasilitator kabarnya telah lebih dulu dikantongi oleh pihak tertentu.

Kondisi ini memicu keresahan publik, terutama di tingkat kabupaten dan kecamatan. Proses rekrutmen yang semestinya dilakukan secara terbuka dan objektif kini dicurigai telah diatur sedemikian rupa oleh oknum tertentu yang memiliki kedekatan dengan Koordinator Provinsi (Korprov) dan bahkan disebut-sebut berada di bawah kendali langsung Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Berbagai kalangan menilai bahwa praktik seperti ini mencederai semangat pemberdayaan dan transparansi yang selama ini digaungkan oleh pemerintah pusat. Lebih dari itu, dugaan pengaturan nama-nama sebelum proses rekrutmen resmi diumumkan memperkuat indikasi adanya praktik nepotisme dan kolusi dalam pelaksanaan program strategis nasional ini.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi kondisi tersebut, publik secara tegas mendesak Menteri Desa PDTT untuk segera mengevaluasi kinerja Sekjen Kemendes, yang dinilai telah gagal menjaga integritas dan kredibilitas lembaga.

“Jika benar pengaturan nama dilakukan sebelum proses resmi berjalan, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai reformasi birokrasi dan pemberdayaan masyarakat desa,” ujar salah satu aktivis pemberdayaan desa di Maluku Utara.

Program TEKAD sejatinya ditujukan untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat kampung melalui fasilitasi yang profesional dan partisipatif. Namun jika proses rekrutmennya sejak awal sudah diwarnai dugaan permainan, maka dikhawatirkan tujuan program tidak akan tercapai secara optimal.

Dorongan agar Kementerian Desa PDTT melakukan pembenahan menyeluruh dalam sistem rekrutmen fasilitator ini dinilai penting demi menjaga kepercayaan publik terhadap program-program nasional di tingkat desa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Desa belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan publik ini. Namun tekanan dari berbagai pihak terus menguat agar tidak ada toleransi terhadap praktik-praktik manipulatif dalam proses pengadaan tenaga fasilitator program TEKAD, terutama di wilayah timur Indonesia seperti Maluku Utara.(red)

Komentar

Berita Terkait

BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang
Sambut HUT RI ke-81, DPC Gerindra Halsel Bagikan Sembako untuk Yatim Piatu dan Janda
Rumah Ibadah Diduga Diintimidasi di Labuha, SEKPHAS Desak Aparat Usut Tuntas
“SMP Alkhairaat Tobelo Raih Juara I Gerak Jalan Indah, Tampilkan Aksi Memukau”
DUGAAN PREMANISME DAN INTIMIDASI DI DESA LABUHA, PERSOALAN TANAH WAKAF DIMINTA DITINDAKLANJUTI
BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan
Pekan Ini TPP Tahap II Terbayar, Bupati Ubaid Sebut Hadia HUT RI
532 Hektar Lahan Cetak Sawah Haltim, Tersebar di Tiga Kecamatan
Berita ini 376 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:48 WIT

BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:04 WIT

Sambut HUT RI ke-81, DPC Gerindra Halsel Bagikan Sembako untuk Yatim Piatu dan Janda

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:11 WIT

Rumah Ibadah Diduga Diintimidasi di Labuha, SEKPHAS Desak Aparat Usut Tuntas

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:48 WIT

“SMP Alkhairaat Tobelo Raih Juara I Gerak Jalan Indah, Tampilkan Aksi Memukau”

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:46 WIT

DUGAAN PREMANISME DAN INTIMIDASI DI DESA LABUHA, PERSOALAN TANAH WAKAF DIMINTA DITINDAKLANJUTI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:46 WIT

BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:41 WIT

Pekan Ini TPP Tahap II Terbayar, Bupati Ubaid Sebut Hadia HUT RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:24 WIT

532 Hektar Lahan Cetak Sawah Haltim, Tersebar di Tiga Kecamatan

Berita Terbaru

Opini

Dirgahayu RI, Merdeka dari Mafia Kerah Putih

Senin, 17 Agu 2026 - 13:30 WIT