tajukmalut.com |Halmahera Selatan– Pemuda Saketa menantang Polres Halmahera Selatan dan Inspektorat PT PLN (Persero) untuk membuka secara transparan perkembangan penanganan dugaan pencurian BBM jenis solar di PLN ULP Saketa, Kecamatan Gane Barat.
Desakan tersebut disampaikan Rizky Ramli, perwakilan Pemuda Saketa, menyusul klarifikasi Polres Halsel yang menyebut kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan ditangani secara profesional sesuai prosedur.
Rizky menilai pernyataan mengenai profesionalisme tidak cukup jika tidak disertai keterbukaan informasi mengenai perkembangan penyelidikan.
ADVERTISEMENT
alt="ads" />SCROLL TO RESUME CONTENT
“Polres Halsel kami tantang untuk buka-bukaan. Penyelidikan ini sudah sampai di mana? Siapa saja yang sudah diperiksa, apa yang sudah ditemukan, dan bagaimana perkembangan kasusnya? Jangan hanya bicara profesionalisme, tetapi masyarakat tidak tahu prosesnya sudah sejauh mana,” kata Rizky.
Menurutnya, Pemuda Saketa tidak meminta polisi membuka materi penyelidikan yang bersifat rahasia. Namun, perkembangan umum penanganan kasus yang menjadi perhatian masyarakat perlu disampaikan agar publik memperoleh kepastian.
Rizky mengatakan desakan tersebut juga berkaitan dengan persoalan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum (APH), khususnya kepolisian.
“Harus kita akui, ada keberatan publik terhadap kinerja APH, khususnya lembaga kepolisian. Banyak kasus yang ditangani aparat kemudian tidak jelas bagaimana perkembangan dan penyelesaiannya. Karena itu, ketika kasus seperti ini tidak dibuka secara transparan, tentu akan melahirkan spekulasi di masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemuda Saketa tidak menuduh kepolisian terlibat dalam dugaan pencurian BBM tersebut. Namun, minimnya informasi dari aparat justru berpotensi memperbesar ruang spekulasi publik.
“Ini bukan berarti kami menuduh polisi terlibat. Tetapi kalau prosesnya tertutup dan publik tidak mendapatkan informasi, masyarakat bisa bertanya-tanya. Transparansi justru penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian,” tegas Rizky.
Selain Polres Halsel, Pemuda Saketa juga menantang Inspektorat PLN untuk turun langsung melakukan audit dan pemeriksaan internal terhadap dugaan hilangnya BBM di PLN ULP Saketa.
Menurut Rizky, persoalan tersebut tidak cukup hanya diselesaikan dari aspek hukum. PLN juga harus memastikan apakah terdapat persoalan dalam sistem pencatatan, penyimpanan, distribusi, penggunaan, maupun pengawasan BBM.
“Inspektorat PLN jangan hanya menunggu. Harus turun dan melakukan audit. Periksa stok, administrasi, distribusi, siapa yang memiliki akses, dan apakah ada selisih antara catatan dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Pemuda Saketa juga mendesak PLN melakukan evaluasi terhadap Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir, dan meminta agar yang bersangkutan dicopot apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, kelalaian, atau kegagalan dalam pengawasan.
Pemuda Saketa menyampaikan tiga tuntutan dalam persoalan tersebut:
Mendesak Polres Halmahera Selatan membuka perkembangan penyelidikan dugaan pencurian BBM di PLN ULP Saketa kepada publik.
Mendesak Inspektorat PLN turun melakukan audit dan pemeriksaan internal terhadap stok, administrasi, distribusi, dan penggunaan BBM.
Mendesak PLN mengevaluasi dan mencopot Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran atau kelalaian dalam pengawasan.
“Kami ingin kasus ini terang. Polisi harus membuktikan profesionalismenya melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan. PLN juga harus menunjukkan bahwa pengawasan internalnya berjalan. Jangan sampai persoalan ini berhenti hanya pada klarifikasi,” pungkas Rizky.(red)








