Air Laut Madopolo Obi Utara Berubah Hijau Pekat, Ribuan Ikan Mati Mengapung. HMI Bacan Desak DLH Halsel Segera Investigasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan – Warga pesisir Desa Madopolo, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, dihebohkan dengan perubahan warna air laut yang menjadi hijau pekat. Fenomena ini juga dibarengi dengan ditemukannya ribuan ikan mati mengapung di sepanjang garis pantai.

Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat, terutama para nelayan yang menggantungkan hidup dari laut. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab perubahan warna air dan kematian massal ikan tersebut.

Merespons kejadian itu, Himpunan Mahasiswa Islam HMI Cabang Bacan menyuarakan keprihatinan dan mendesak pemerintah daerah segera turun tangan.

Melalui Kabid Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup HMI Cabang Bacan, Afrisal Kasim, HMI meminta Dinas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera menerjunkan tim ke lokasi.

“Kami mendesak DLH agar tidak tinggal diam dan segera menerjunkan tim investigasi ke perairan Madopolo, Obi Utara. Perubahan warna air laut yang ekstrem hingga menyebabkan ikan mati ini adalah indikasi kuat adanya pencemaran yang merusak ekosistem,” ujar Afrisal Kasim kepada wartawan, Senin 28 Juli 2026.

Afrisal juga meminta DLH melakukan pengambilan sampel air laut dan jaringan ikan mati untuk diuji di laboratorium. Hal itu penting untuk memastikan penyebab pasti kejadian, apakah berasal dari buangan limbah industri/tambang di sekitar Pulau Obi atau akibat fenomena alam seperti algal bloom.

Menurut Afrisal, jika persoalan ini tidak segera ditangani, masyarakat pesisir akan terdampak secara ekonomi dan kesehatan.

“Masyarakat membutuhkan kepastian dan perlindungan atas wilayah tangkap nelayan mereka. Jika terbukti ada unsur kesengajaan atau kelalaian dari pihak tertentu yang mencemari perairan, maka harus ada tindakan hukum dan pertanggungjawaban yang tegas sesuai dengan regulasi lingkungan hidup yang berlaku,” tegasnya.

HMI Cabang Bacan menyatakan akan terus mengawal kasus pencemaran di perairan Obi Utara hingga ada langkah penanganan nyata dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

Warga Desa Madopolo berharap pemerintah segera hadir untuk memberikan penjelasan, sekaligus memastikan keamanan konsumsi ikan dan kelangsungan mata pencaharian nelayan setempat.(red)

Komentar

Berita Terkait

Sekretaris Gerindra Halsel Apresiasi Gerak Cepat Bawaslu Sosialisasikan Putusan MK 128
Kecelakaan Maut Truk PT ANI, PA-Malut Soroti Pengawasan K3 Disnaker Maluku Utara
Diduga Pakai Material Ilegal di Proyek Jalan Saketa-Dehepodo, HIPMA Halsel Desak Polda Malut Turun Tangan
SMIT “PETANI BUKAN ANGKA, MAHASISWA BUKAN PENONTON, PEMERINTAH BUKAN PEMILIK KEBENARAN.”
Surat Sudah Didisposisi Bupati, Tindak Lanjut Dipertanyakan, Aliansi Garda Kubung Menggugat Adukan Bupati dan DPMD ke Ombudsman
BBM Nelayan Langka, FORKOT HALUT Desak BPH Migas Bongkar Tata Kelola SPBN
Dana Disebut Sudah Tersedia Sejak 8 September, Mengapa Jasa Pelayanan RSUD Weda Masih Ditahan?
‎Brayen Lajame Soroti Penunjukan Pengurus KSB: IKA TOGALE Itu Paguyuban Besar, Jangan Main Tunjung Langsung
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIT

Sekretaris Gerindra Halsel Apresiasi Gerak Cepat Bawaslu Sosialisasikan Putusan MK 128

Rabu, 30 September 2026 - 10:17 WIT

Kecelakaan Maut Truk PT ANI, PA-Malut Soroti Pengawasan K3 Disnaker Maluku Utara

Rabu, 30 September 2026 - 03:13 WIT

Diduga Pakai Material Ilegal di Proyek Jalan Saketa-Dehepodo, HIPMA Halsel Desak Polda Malut Turun Tangan

Senin, 28 September 2026 - 11:05 WIT

SMIT “PETANI BUKAN ANGKA, MAHASISWA BUKAN PENONTON, PEMERINTAH BUKAN PEMILIK KEBENARAN.”

Senin, 28 September 2026 - 11:00 WIT

Surat Sudah Didisposisi Bupati, Tindak Lanjut Dipertanyakan, Aliansi Garda Kubung Menggugat Adukan Bupati dan DPMD ke Ombudsman

Minggu, 27 September 2026 - 08:39 WIT

BBM Nelayan Langka, FORKOT HALUT Desak BPH Migas Bongkar Tata Kelola SPBN

Minggu, 27 September 2026 - 08:34 WIT

Dana Disebut Sudah Tersedia Sejak 8 September, Mengapa Jasa Pelayanan RSUD Weda Masih Ditahan?

Minggu, 27 September 2026 - 05:55 WIT

‎Brayen Lajame Soroti Penunjukan Pengurus KSB: IKA TOGALE Itu Paguyuban Besar, Jangan Main Tunjung Langsung

Berita Terbaru