Banjir Landa Desa Soligi, Rustam Ode Nuru Desak BPBD Bertindak Cepat – PT Harita Group Diminta Bertanggung Jawab atas Kerusakan Lingkungan

Jumat, 13 Juni 2025 - 08:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan, Bencana banjir kembali melanda Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Jum’at (13/6/2025). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam menyebabkan luapan air dari daerah perbukitan dan aliran sungai yang menggenangi puluhan rumah warga. Akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Merespons kejadian tersebut, anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Rustam Ode Nuru, mengecam lambannya respons pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan mendesak tindakan cepat serta bantuan konkret bagi warga terdampak.

Saya minta BPBD segera turun ke lapangan, lakukan pendataan, salurkan bantuan darurat, dan buat langkah mitigasi jangka pendek. Warga tidak boleh dibiarkan menghadapi ini sendiri.” ujar Rustam dalam keterangannya, Jumat (13/6).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Rustam menyoroti persoalan struktural di balik bencana tersebut. Ia menegaskan bahwa banjir di Desa Soligi pertama kali terjadi setelah PT Harita Group mulai beroperasi di wilayah sekitarnya, yang masuk dalam kawasan konsesi tambang nikel berskala besar. Desa Soligi sendiri berbatasan langsung dengan wilayah konsesi perusahaan tersebut.

Fakta ekologis di lapangan menunjukkan degradasi lingkungan yang serius. Hutan-hutan gundul, saluran air alami terganggu, dan sedimentasi meningkat akibat aktivitas tambang. Warga Soligi menjadi korban langsung dari kerusakan itu.” tegasnya.

Rustam meminta agar PT Harita Group dimintai pertanggungjawaban, baik secara moral maupun hukum, atas dampak ekologis yang ditimbulkan. Ia juga mendesak pemerintah daerah dan instansi lingkungan hidup untuk melakukan audit lingkungan menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan tersebut.(red)

Kita tidak anti-investasi, tetapi investasi tidak boleh merusak hak hidup warga dan kelestarian lingkungan. Harita Group harus hadir, bukan hanya untuk mengambil keuntungan, tapi juga menanggung akibat dari aktivitasnya” tandasnya.

Abang Utam (sapaan akrabnya) menyatakan bahwa banjir dengan skala besar seperti ini tidak pernah terjadi sebelum adanya aktivitas tambang. Sejak tahun-tahun awal operasional PT Harita Group, intensitas banjir meningkat, terutama setiap musim hujan datang.

Dulu hujan deras biasa saja, air cepat surut. Tapi sekarang, sedikit hujan saja air naik cepat, karena bukit-bukit di atas sana sudah habis. Kami khawatir ini akan jadi bencana yang berulang setiap tahun.” Terangnya.1

Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan darurat, sementara pihak PT Harita Group juga belum mengeluarkan pernyataan publik.

Rustam Ode Nuru menegaskan bahwa pihaknya di DPRD akan menginisiasi dan berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan manajemen PT Harita Group dalam waktu dekat.

Ini bukan hanya soal banjir, tapi soal keadilan ekologis. Negara harus hadir untuk rakyatnya. Kalau dibiarkan, kita sedang menanam bom waktu bencana yang lebih besar di masa depan,” pungkasnya.(red)

Komentar

Berita Terkait

HMI CABANG BACAN DESAK DISNAKERTRANS BERSIKAP TRANSPARAN HASIL PELAKSANAAN SARUMA JOB FAIR 2026
Sahril Thahir Gaspol Konsolidasi Gerindra Morotai, Targetkan Struktur Partai Tuntas hingga Desa
Diduga Jual BBM Subsidi Ilegal dan Langgar Aturan Gaji, PT Babang Raya di Halmahera Selatan, FORUM AKTIVIS INDONESIA (FAI) akan melaporkan ke BPH migas dan Kementerian Ketenangakerjaan 
Tagihan Limbah B3 PT IWIP Diselidiki Polisi, Dugaan Manipulasi Dokumen Mengemuka
BWS Maluku Utara Disorot, Dugaan Pembiaran Pengalihan Alur Sungai Kobe oleh PT IWIP Tuai Pertanyaan
Piutang DBH Rp278 Miliar Belum Tuntas, Rustam Ode Nuru: Utang Pemprov Jadi Penghambat Ketahanan Fiskal Halmahera Selatan
Ketua DPD Gerindra Malut Suntik Semangat Kader di Halsel, Pemuda Tani: Gerindra Harus Menang Bersama Rakyat pada 2029
Gerindra Malut Tancap Gas, Sahril Thahir Targetkan Struktur Partai Tuntas Hingga 249 Desa di Halsel
Berita ini 1,094 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:18 WIT

HMI CABANG BACAN DESAK DISNAKERTRANS BERSIKAP TRANSPARAN HASIL PELAKSANAAN SARUMA JOB FAIR 2026

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:46 WIT

Sahril Thahir Gaspol Konsolidasi Gerindra Morotai, Targetkan Struktur Partai Tuntas hingga Desa

Senin, 29 Juni 2026 - 14:15 WIT

Tagihan Limbah B3 PT IWIP Diselidiki Polisi, Dugaan Manipulasi Dokumen Mengemuka

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:41 WIT

BWS Maluku Utara Disorot, Dugaan Pembiaran Pengalihan Alur Sungai Kobe oleh PT IWIP Tuai Pertanyaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:47 WIT

Piutang DBH Rp278 Miliar Belum Tuntas, Rustam Ode Nuru: Utang Pemprov Jadi Penghambat Ketahanan Fiskal Halmahera Selatan

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:24 WIT

Ketua DPD Gerindra Malut Suntik Semangat Kader di Halsel, Pemuda Tani: Gerindra Harus Menang Bersama Rakyat pada 2029

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:31 WIT

Gerindra Malut Tancap Gas, Sahril Thahir Targetkan Struktur Partai Tuntas Hingga 249 Desa di Halsel

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:45 WIT

Haryadi Ahmad Pimpin PBSI Malut, Usung Misi Besar Cetak Atlet Berprestasi Nasional

Berita Terbaru

Opini

Mengapa Perempuan Perlu Berpengetahuan?

Jumat, 3 Jul 2026 - 07:11 WIT

Opini

Hedging ala Prabowo: Perubahan Peta Impor Minyak Nasional?

Selasa, 30 Jun 2026 - 10:46 WIT