BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Ternate — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (BEM FIB UNKHAIR) melaksanakan Manifesto FIB UNKHAIR 2026 di Benteng Oranje, Kota Ternate, pada 16 Agustus 2026. Mengusung tema “Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang”, kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang bagi mahasiswa FIB UNKHAIR untuk mempertemukan seni, kebudayaan, gagasan, dan pengalaman sosial dalam satu rangkaian kegiatan.

Manifesto diawali dengan talkshow kebudayaan bertema “Kebudayaan sebagai Ruang Kritik dan Perubahan Sosial”. Talkshow menghadirkan Dr. Nurlaela Syarif, Anggota DPRD Kota Ternate; Dr. Syahrir Ibnu, akademisi FIB UNKHAIR; M. Rizal Rizki Ramli, S.Sos, Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Ternate; serta M. Andinsyah Kamu, S.Sos, mantan Ketua BEM FIB UNKHAIR periode 2024–2025.

Diskusi tersebut menjadi ruang untuk melihat kebudayaan secara lebih kritis. Kebudayaan tidak hanya ditempatkan sebagai warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga sebagai realitas sosial yang terus bergerak, mengalami perubahan, dan berhadapan dengan berbagai persoalan masyarakat. Dalam konteks mahasiswa FIB, cara pandang ini penting untuk membangun kesadaran bahwa kebudayaan bukan sesuatu yang berada jauh dari kehidupan sehari-hari, melainkan bagian dari realitas yang perlu dibaca dan dipahami secara kritis.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah talkshow, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni atau panggung ekspresi mahasiswa baru FIB UNKHAIR. Panggung tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengambil bagian dalam praktik kebudayaan melalui seni. Kehadiran mereka menjadi bagian dari proses regenerasi, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa baru tidak hanya datang sebagai penerima pengetahuan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memproduksi ekspresi dan karya.

Bagi BEM FIB UNKHAIR, mempertemukan talkshow dan panggung ekspresi merupakan salah satu terobosan dalam pelaksanaan agenda kemahasiswaan. Diskusi tidak dibiarkan berhenti sebagai pertukaran gagasan, sementara seni tidak ditempatkan sebatas hiburan. Keduanya dipertemukan sebagai dua bentuk ekspresi mahasiswa: gagasan yang dipertajam melalui diskusi dan pengalaman yang diterjemahkan melalui karya.

Ketua BEM FIB UNKHAIR, M. Tamhier Tamrin, mengatakan bahwa Manifesto lahir dari kebutuhan untuk memperluas ruang mahasiswa dalam memahami sekaligus mempraktikkan kebudayaan.

“Manifesto ini kami hadirkan bukan sekadar untuk membuat sebuah kegiatan seni. Kami ingin membuka ruang di mana mahasiswa dapat berpikir, berdiskusi, kemudian mengekspresikan apa yang mereka pikirkan melalui karya. Bagi kami, seni tidak cukup hanya dinikmati, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk membaca realitas dan menyampaikan kegelisahan sosial,” ujarnya.

Menurut Tamhier, pelaksanaan Manifesto memberikan manfaat bagi mahasiswa, terutama dalam memperluas ruang partisipasi, mengembangkan kreativitas, melatih keberanian menyampaikan gagasan, serta membangun interaksi lintas angkatan dan organisasi. Sementara bagi mahasiswa baru, panggung ekspresi menjadi ruang untuk mengenal kehidupan FIB melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas seni dan kebudayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Tamhier juga menyampaikan apresiasi kepada ketua dan pengurus HMJ, ketua dan pengurus UKM, serta seluruh panitia Manifesto FIB UNKHAIR 2026 yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan.

“Terima kasih dan apresiasi kepada ketua dan seluruh pengurus HMJ maupun UKM yang ikut bergerak bersama. Begitu juga kepada seluruh panitia yang telah bekerja sejak persiapan sampai pelaksanaan. Sebuah agenda tidak akan pernah selesai hanya dengan gagasan. Ia membutuhkan orang-orang yang bersedia bekerja, meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran. Apa yang kita lihat hari ini adalah hasil dari kerja kolektif,” katanya.

Ia menilai keterlibatan HMJ, UKM, dan panitia menunjukkan bahwa kehidupan kemahasiswaan di FIB tidak dapat dibangun secara sektoral. Kolaborasi antarlembaga mahasiswa diperlukan agar ruang-ruang akademik, kebudayaan, dan kreativitas dapat berkembang secara lebih terbuka dan partisipatif.

Manifesto FIB UNKHAIR 2026 pada akhirnya diarahkan untuk memperluas pemaknaan terhadap seni dan kebudayaan. Seni tidak hanya diposisikan sebagai tontonan, dan kebudayaan tidak cukup diperlakukan sebagai sesuatu yang sekadar dirayakan. Keduanya dapat menjadi ruang pendidikan, refleksi, kritik, sekaligus produksi gagasan bagi mahasiswa.

Melalui “Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang”, BEM FIB UNKHAIR ingin menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting dalam kehidupan kebudayaan: membaca realitas secara kritis, merawat identitas, memproduksi pengetahuan, dan menghadirkan ekspresi sebagai bagian dari perubahan sosial.(red)

Komentar

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, DPC Gerindra Halsel Bagikan Sembako untuk Yatim Piatu dan Janda
Rumah Ibadah Diduga Diintimidasi di Labuha, SEKPHAS Desak Aparat Usut Tuntas
“SMP Alkhairaat Tobelo Raih Juara I Gerak Jalan Indah, Tampilkan Aksi Memukau”
DUGAAN PREMANISME DAN INTIMIDASI DI DESA LABUHA, PERSOALAN TANAH WAKAF DIMINTA DITINDAKLANJUTI
BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan
Pekan Ini TPP Tahap II Terbayar, Bupati Ubaid Sebut Hadia HUT RI
532 Hektar Lahan Cetak Sawah Haltim, Tersebar di Tiga Kecamatan
PATUT DIPERTANYAKAN KINERJA POLRES HALTENG TERKAIT HASIL VISUM ANGGOTA SBGN
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:48 WIT

BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:04 WIT

Sambut HUT RI ke-81, DPC Gerindra Halsel Bagikan Sembako untuk Yatim Piatu dan Janda

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:11 WIT

Rumah Ibadah Diduga Diintimidasi di Labuha, SEKPHAS Desak Aparat Usut Tuntas

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:48 WIT

“SMP Alkhairaat Tobelo Raih Juara I Gerak Jalan Indah, Tampilkan Aksi Memukau”

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:46 WIT

DUGAAN PREMANISME DAN INTIMIDASI DI DESA LABUHA, PERSOALAN TANAH WAKAF DIMINTA DITINDAKLANJUTI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:46 WIT

BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:41 WIT

Pekan Ini TPP Tahap II Terbayar, Bupati Ubaid Sebut Hadia HUT RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:24 WIT

532 Hektar Lahan Cetak Sawah Haltim, Tersebar di Tiga Kecamatan

Berita Terbaru

Opini

Dirgahayu RI, Merdeka dari Mafia Kerah Putih

Senin, 17 Agu 2026 - 13:30 WIT