tajukmalut.com | Halmahera Utara– Front Pemuda Muslim Tobelo menyampaikan kecaman keras atas pertemuan yang melibatkan Hi. Iswan Lolahi dan Bpk. Nasrun bersama Aksandri Kitong, yang secara sepihak dan tidak bertanggung jawab mengatasnamakan Pemuda Islam Tobelo.
Penanggung Jawab Front Pemuda Muslim Tobelo M Gadri Umar menegaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan yang secara langsung diutus dan hadir di lokasi pertemuan, kegiatan tersebut difasilitasi oleh Hi. Iswan Lolahi dan Bpk. Nasrun, namun bukan merupakan pertemuan resmi atau sah yang melibatkan Front Pemuda Muslim Tobelo.
“Setelah kami lakukan penelusuran dan mencocokkan dengan video yang beredar, jelas bahwa yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Tim Sukses Pit Babua. Mereka mengumpulkan anak-anak muda yang sebagian besar masih berstatus pelajar, dengan dalih acara makan-makan,” tegas Penanggung jawab Front.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil wawancara dengan salah satu pemuda yang hadir mengungkapkan bahwa mereka tidak mengetahui adanya agenda pertemuan dengan Aksandri Kitong. Mereka datang semata-mata karena diajak makan bersama. Tidak lama setelah mereka tiba di lokasi, Aksandri Kitong muncul bersama rombongannya.
Lebih memprihatinkan, setelah kegiatan tersebut, para pemuda yang hadir disebut menerima uang sebesar Rp50.000 per orang dari seorang ibu yang diduga merupakan kader Partai Demokrat.
Namun, para pemuda tersebut tidak mengetahui maksud dan tujuan pemberian uang tersebut.
Salah satu Penanggung Jawab Front Pemuda Muslim Tobelo Ajhustal Hi Abang juga dengan tegas menyatakan bahwa video dan klaim yang menyebut adanya pertemuan dengan Front Pemuda Muslim Tobelo adalah tidak benar dan menyesatkan publik.
“Kami tegaskan, tidak pernah ada pertemuan antara Front Pemuda Muslim Tobelo dengan Aksandri Kitong. Front tetap konsisten dan tidak bergeser sedikit pun dari prinsip: usut tuntas kasus Aksandri Kitong,” Tegasnya.
Front Pemuda Muslim Tobelo juga mengecam keras tindakan Bpk. Nasrun yang secara ceroboh dan tidak beretika membawa-bawa nama Pemuda Muslim Tobelo dalam forum tersebut.
“Orang-orang yang hadir sama sekali tidak merepresentasikan Pemuda Muslim Tobelo. Itu adalah sikap individu, tanpa mandat, tanpa legitimasi, dan tanpa persetujuan organisasi. Mengatasnamakan Pemuda Muslim Tobelo dalam konteks tersebut adalah tindakan sepihak yang mencederai marwah pemuda Islam,” tegas Gadri.
Front Pemuda Muslim Tobelo mengingatkan semua pihak agar tidak menjadikan pemuda, terlebih pelajar, sebagai alat legitimasi politik dan menghentikan segala bentuk manuver yang menyesatkan opini publik.
Front Pemuda Muslim Tobelo berdiri tegak, konsisten, dan tidak akan berkompromi terhadap upaya pengaburan fakta serta manipulasi nama organisasi.(red)










