‎‎Tak Ada Kejelasan Kompensasi, AMBRUK Blokade Jalan Masuk Jetty PT. JAS ‎

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Timur – Warga masyarakat desa Fayaul, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Bergerak (AMBRUK) lakukan aksi blokade jalan masuk Jetty PT. Jaya Abadi Semesta (JAS), Minggu 21 Desember 2025.

Aksi blokade jalan masuk Jetty tersebut, buntut dari SPT Eksternal PT. JAS, Stevy dan Formen Enviro PT. JAS, Sri Wahyuni dinilai mengapaikan tuntutan AMBRUK, salah satunya adalah kompensasi ganti rugi rumput laut, diduga sedimen limbah tamabang beberapa bulan lalu.

Padahal, PT. JAS melalui Formen Enviro-Nya telah melakukan verifikasi data petani rumput laut, data petak rumput laut, serta data sampel air laut, bagian dari proses pembayaran kompensasi. Namun, hingga kini tidak ada kejelasan.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya AMBRUK mendatangi Office PT. JAS, guna mempertanyakan progres verifikasi data tersebut, tidak ada satupun Manajamen perusahan bersedia menemui mereka.

Padahal, pihak eksternal PT JAS awalnya menyatakan kesediaan menerima kunjungan justru, diduga menghindar dengan meninggalkan area kantor melalui jalan hauling perusahaan tersebut.

‎Ketidak adanya kepastian ganti rugi rumput laut dari PT. JAS tersebut, memicu kemarahan bagi para petani rumput laut, sehingga AMBRUK menilai PT JAS telah berbohong, serta mempermainkan masyarakat, dan tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan persoalan dampak lingkungan dan kompensasi kerugian ekonomi yang dialami petani rumput laut.

‎Koordinator Lapangan AMBRUK, Julfian Wahab, dalam pernyataannya mengecam keras tindakan manajemen PT JAS yang dinilai tidak bertanggung jawab.

‎‎“Kami datang secara resmi dan beretika, serta dengan tujuan yang jelas, namun PT JAS justru memilih menghindar. Ini bukan sekadar soal komunikasi, ini penghinaan terhadap martabat masyarakat Fayaul,” tegas Julfian.

Ia mengatakan, sikap SPT Eksternal dan Formen Enviro PT JAS mencerminkan kegagalan total dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab jabatan.

‎“Jika tidak mampu menjalankan tugas, tidak mampu membangun komunikasi yang jujur dan terbuka. Maka kami mendesak manajemen pusat PT JAS segera mencopot SPT Eksternal dan Formen Enviro. Mereka tidak layak mewakili perusahaan di hadapan masyarakat,” katanya.

AMBRUK menilai tindakan menghindar tersebut justru memperkuat dugaan bahwa perusahaan tidak serius menindaklanjuti hasil verifikasi data dan temuan ilmiah terkait kerusakan budidaya rumput laut di Desa Fayaul.

‎”Atas dasar itu, AMBRUK menyatakan sikap tegas dengan memutuskan melakukan blokade jalan masuk Jetty PT JAS, hingga ada tanggapan resmi dari manajemen pusat perusahaan,”ungkapnya.

‎Lebih lanjut, Julfian mengatakan langkahnya memblokade jalan masuk Jetty PT. JAS merupakan bentuk tekanan moral dan sosial, agar PT JAS tidak terus mengabaikan hak-hak masyarakat pesisir yang terdampak langsung oleh aktivitas industri.

‎“Aksi ini adalah peringatan keras, aelama PT JAS masih diam, selama tanggung jawab belum ditunaikan, maka perlawanan masyarakat akan terus berlanjut,” pungkasnya.

Sementara itu, SPT External PT. JAS, Stevy ketika dihubungi melalui via WhatsApp tidak memberikan tanggapan hingga berita di ditayang.(red)

Komentar

Berita Terkait

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Besuk Korban Penikaman di Anggai, Apresiasi Gerak Cepat Polsek Obi
Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras
BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang
Sambut HUT RI ke-81, DPC Gerindra Halsel Bagikan Sembako untuk Yatim Piatu dan Janda
Rumah Ibadah Diduga Diintimidasi di Labuha, SEKPHAS Desak Aparat Usut Tuntas
“SMP Alkhairaat Tobelo Raih Juara I Gerak Jalan Indah, Tampilkan Aksi Memukau”
DUGAAN PREMANISME DAN INTIMIDASI DI DESA LABUHA, PERSOALAN TANAH WAKAF DIMINTA DITINDAKLANJUTI
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:35 WIT

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Besuk Korban Penikaman di Anggai, Apresiasi Gerak Cepat Polsek Obi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:05 WIT

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:03 WIT

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:48 WIT

BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:11 WIT

Rumah Ibadah Diduga Diintimidasi di Labuha, SEKPHAS Desak Aparat Usut Tuntas

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:48 WIT

“SMP Alkhairaat Tobelo Raih Juara I Gerak Jalan Indah, Tampilkan Aksi Memukau”

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:46 WIT

DUGAAN PREMANISME DAN INTIMIDASI DI DESA LABUHA, PERSOALAN TANAH WAKAF DIMINTA DITINDAKLANJUTI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:46 WIT

BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan

Berita Terbaru

Opini

Dirgahayu RI, Merdeka dari Mafia Kerah Putih

Senin, 17 Agu 2026 - 13:30 WIT