Bupati Ikram Malan Sangaji Tegaskan 2026 Sebagai Tahun Kerja Nyata, Fokus pada Anggaran Tepat Guna

Senin, 13 Oktober 2025 - 10:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Tengah — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan komitmennya untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum kerja nyata bagi rakyat. Bupati Ikram Malan Sangaji (IMS) menyampaikan bahwa arah pembangunan daerah ke depan harus ditopang dengan tata kelola anggaran yang transparan, efisien, dan akuntabel.

Dalam rangka memastikan hal itu, Bupati bersama Wakil Bupati Ahlan Djumadil, Sekda Bahri Sudirman, serta Kepala BPKAD Abdurrahim Yau memimpin langsung proses koreksi dan penajaman Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tahun anggaran 2026.

Proses ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan APBD 2026, di mana setiap OPD diminta memaparkan secara terbuka rancangan program, sasaran kegiatan, indikator kinerja, serta kebutuhan anggaran secara terperinci.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Ikram menegaskan bahwa setiap anggaran harus benar-benar memiliki nilai guna yang jelas bagi masyarakat. Ia secara tegas menolak alokasi anggaran yang bersifat seremonial, tidak produktif, atau tidak memberikan dampak langsung pada pelayanan publik.

“APBD bukan sekadar daftar belanja, tetapi instrumen kerja nyata untuk rakyat. Tidak boleh ada pos anggaran yang menguap tanpa hasil. Saya menyebutnya ghost money — uang daerah yang tidak bekerja untuk masyarakat,” ujar Ikram dalam arahannya.

Bupati juga memberi perhatian khusus terhadap pos perjalanan dinas yang sering kali membengkak tanpa relevansi langsung terhadap peningkatan kinerja. Ia menegaskan agar perjalanan dinas hanya dilakukan berdasarkan kebutuhan yang mendukung pencapaian target program, bukan sekadar rutinitas.

Sementara itu, Wakil Bupati Ahlan Djumadil dan Sekda Bahri Sudirman menekankan bahwa koreksi RKA bukan sekadar formalitas, melainkan langkah serius untuk memastikan seluruh OPD menyesuaikan programnya dengan prioritas pembangunan 2026, yakni peningkatan layanan dasar, pemberdayaan ekonomi rakyat, penguatan pendidikan dan kesehatan, serta pengendalian inflasi daerah.

“Kita ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah daerah benar-benar kembali kepada rakyat. Tidak boleh ada anggaran yang berjalan tanpa arah,” ujar Sekda.

Langkah evaluasi dan pembenahan ini juga diharapkan menciptakan budaya baru dalam sistem perencanaan dan penganggaran daerah, di mana kinerja dan hasil menjadi ukuran utama, bukan sekadar penyerapan anggaran.

“Tahun 2026 kita jadikan tahun kerja nyata. Tidak ada lagi pola lama yang hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil. Semua OPD harus menampilkan capaian yang bisa diukur,” tegas Ikram.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa kondisi penyesuaian fiskal akibat kebijakan transfer pusat tidak boleh menjadi alasan untuk memperlambat pembangunan. Justru, Halmahera Tengah harus mampu menunjukkan efisiensi dan ketepatan dalam mengelola setiap rupiah.

“Kita tidak boleh bergantung penuh pada pusat. Dengan manajemen keuangan yang cermat dan disiplin, Halmahera Tengah bisa tetap tumbuh dan mandiri. Fokus kita sederhana: anggaran untuk rakyat, program untuk rakyat, dan hasilnya harus dirasakan rakyat,” pungkasnya.(red)

Komentar

Berita Terkait

HMI CABANG BACAN DESAK DISNAKERTRANS BERSIKAP TRANSPARAN HASIL PELAKSANAAN SARUMA JOB FAIR 2026
Sahril Thahir Gaspol Konsolidasi Gerindra Morotai, Targetkan Struktur Partai Tuntas hingga Desa
Diduga Jual BBM Subsidi Ilegal dan Langgar Aturan Gaji, PT Babang Raya di Halmahera Selatan, FORUM AKTIVIS INDONESIA (FAI) akan melaporkan ke BPH migas dan Kementerian Ketenangakerjaan 
Tagihan Limbah B3 PT IWIP Diselidiki Polisi, Dugaan Manipulasi Dokumen Mengemuka
BWS Maluku Utara Disorot, Dugaan Pembiaran Pengalihan Alur Sungai Kobe oleh PT IWIP Tuai Pertanyaan
Piutang DBH Rp278 Miliar Belum Tuntas, Rustam Ode Nuru: Utang Pemprov Jadi Penghambat Ketahanan Fiskal Halmahera Selatan
Ketua DPD Gerindra Malut Suntik Semangat Kader di Halsel, Pemuda Tani: Gerindra Harus Menang Bersama Rakyat pada 2029
Gerindra Malut Tancap Gas, Sahril Thahir Targetkan Struktur Partai Tuntas Hingga 249 Desa di Halsel
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:18 WIT

HMI CABANG BACAN DESAK DISNAKERTRANS BERSIKAP TRANSPARAN HASIL PELAKSANAAN SARUMA JOB FAIR 2026

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:46 WIT

Sahril Thahir Gaspol Konsolidasi Gerindra Morotai, Targetkan Struktur Partai Tuntas hingga Desa

Senin, 29 Juni 2026 - 14:15 WIT

Tagihan Limbah B3 PT IWIP Diselidiki Polisi, Dugaan Manipulasi Dokumen Mengemuka

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:41 WIT

BWS Maluku Utara Disorot, Dugaan Pembiaran Pengalihan Alur Sungai Kobe oleh PT IWIP Tuai Pertanyaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:47 WIT

Piutang DBH Rp278 Miliar Belum Tuntas, Rustam Ode Nuru: Utang Pemprov Jadi Penghambat Ketahanan Fiskal Halmahera Selatan

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:24 WIT

Ketua DPD Gerindra Malut Suntik Semangat Kader di Halsel, Pemuda Tani: Gerindra Harus Menang Bersama Rakyat pada 2029

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:31 WIT

Gerindra Malut Tancap Gas, Sahril Thahir Targetkan Struktur Partai Tuntas Hingga 249 Desa di Halsel

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:45 WIT

Haryadi Ahmad Pimpin PBSI Malut, Usung Misi Besar Cetak Atlet Berprestasi Nasional

Berita Terbaru

Opini

Mengapa Perempuan Perlu Berpengetahuan?

Jumat, 3 Jul 2026 - 07:11 WIT

Opini

Hedging ala Prabowo: Perubahan Peta Impor Minyak Nasional?

Selasa, 30 Jun 2026 - 10:46 WIT