“44 Proyek Perubahan Tanpa Selesaikan Sengketa Lahan di Obi? Itu Namanya Birokrasi Jalan di Tempat”

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan – Ketua GMNI Cabang Halmahera Selatan, *Munawir Mandar*, mengaitkan peluncuran 44 Proyek Perubahan PKN/PKA 2026 dengan masih panasnya konflik agraria di Halsel, khususnya di Pulau Obi.

Menurutnya, percuma bicara “birokrasi adaptif dan pelayanan berdampak” kalau Pemda belum mampu menyelesaikan masalah dasar rakyat: tanah.

“Pak Bupati luncurkan 44 proyek perubahan. Bagus. Tapi kami mau tanya: dari 44 itu, berapa yang menyentuh sengketa lahan di Obi? Berapa yang berani membongkar tumpang tindih izin antara perusahaan, negara, dan rakyat?” kata Munawir, Kamis 17 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Munawir menyebut konflik lahan di Obi sudah bertahun-tahun jadi bom waktu. Warga adat dan petani terusir, sementara aktivitas perusahaan terus jalan.

“Di Obi itu rakyat lapor, demo, audiensi. Tapi penyelesaiannya jalan di tempat. Sementara Pemda sibuk launching proyek perubahan di Labuha. Ini namanya tidak adil,” tegasnya.

Ia menantang, jika Pemda serius dengan “pelayanan publik berdampak“, maka buat 1 Proyek Perubahan khusus: “Penyelesaian Tuntas Sengketa Agraria Obi Berbasis Keadilan Ekologis“.

GMNI Halsel mendesak Pemkab segera membentuk Tim Penyelesaian Sengketa Agraria yang transparan.

“Langkah pertama: buka data. Mana lahan HGU, mana IUP, mana tanah adat, mana tanah transmigrasi. Bikin peta konflik. Baru bicara solusi. Jangan main sembunyi data,” ujarnya.

Munawir juga menyorot lambannya koordinasi Pemda dengan BPN, Kementerian ATR, dan perusahaan. Akibatnya, rakyat yang jadi korban.

Ia menegaskan, reformasi birokrasi yang digembar-gemborkan lewat PKN/PKA tidak boleh hanya urusan efisiensi administrasi.

“Reformasi birokrasi yang benar itu kalau seorang ibu di Obi bisa tidur tenang karena tanahnya tidak digusur. Kalau seorang pemuda bisa urus sertifikat tanahnya tanpa dipersulit. Itu baru berdampak,” ucap Munawir.

Tuntutan GMNI:
1. Audit izin lahan di Obi dan seluruh Halsel. Publikasikan ke publik.
2. Libatkan masyarakat adat dalam setiap proyek perubahan yang berkaitan dengan agraria dan SDA.
3. Bentuk Satgas Agraria Halsel di bawah Bupati yang punya kewenangan memediasi konflik.

“Kami tantang Bupati Bassam: buktikan 44 proyek perubahan itu berani menyentuh oligarki lahan. Kalau tidak, maka proyek itu hanya proyek pencitraan,” tutup Munawir.

GMNI Halsel menyatakan akan terus mengawal kasus agraria di Obi dan daerah lain di Halsel.(red)

Komentar

Berita Terkait

BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan
Pekan Ini TPP Tahap II Terbayar, Bupati Ubaid Sebut Hadia HUT RI
532 Hektar Lahan Cetak Sawah Haltim, Tersebar di Tiga Kecamatan
PATUT DIPERTANYAKAN KINERJA POLRES HALTENG TERKAIT HASIL VISUM ANGGOTA SBGN
HMI Desak PLN Copot Kepala ULP Saketa, Polda Diminta Ambil Alih
Pemuda Saketa Desak Copot dan Proses Kepala PLN Saketa
Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026: Fraksi Golkar Akan Bedah Kebijakan Fiskal Pemkab Halsel, Rustam Soroti DBH hingga Kenaikan PAD
Potensi SDA Obi Diperas, Pembangunan Jalan Lingkar Malah Dianaktirikan Gubernur Sherly Tjoanda
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:46 WIT

BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:41 WIT

Pekan Ini TPP Tahap II Terbayar, Bupati Ubaid Sebut Hadia HUT RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:24 WIT

532 Hektar Lahan Cetak Sawah Haltim, Tersebar di Tiga Kecamatan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:33 WIT

PATUT DIPERTANYAKAN KINERJA POLRES HALTENG TERKAIT HASIL VISUM ANGGOTA SBGN

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:11 WIT

HMI Desak PLN Copot Kepala ULP Saketa, Polda Diminta Ambil Alih

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:34 WIT

Pemuda Saketa Desak Copot dan Proses Kepala PLN Saketa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WIT

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026: Fraksi Golkar Akan Bedah Kebijakan Fiskal Pemkab Halsel, Rustam Soroti DBH hingga Kenaikan PAD

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:59 WIT

Potensi SDA Obi Diperas, Pembangunan Jalan Lingkar Malah Dianaktirikan Gubernur Sherly Tjoanda

Berita Terbaru