Otsus Kota Bacan sebagai Kota Pusaka —Menjemput Kembali Martabat yang Pernah Berdiri Tegak

Senin, 12 Mei 2025 - 03:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemberian status Otonomi Khusus (Otsus) kepada Kota Bacan sebagai Kota Pusaka bukan hanya pengakuan administratif, melainkan sebuah langkah strategis untuk menghidupkan kembali kejayaan sejarah yang pernah menjadi identitas utama wilayah ini. Kota Bacan, yang pernah menjadi pusat Kesultanan Bacan, menyimpan jejak panjang kemakmuran, kedaulatan, dan kemuliaan budaya. Kini, saatnya kita menjemput kembali martabat itu dengan kebijakan yang berpihak pada akar sejarah.

Secara historis, Bacan bukanlah kota biasa. Di masa lampau, Kesultanan Bacan telah menunjukkan kapasitas sebagai entitas yang mandiri secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan bermartabat secara budaya. Bacan pernah menjadi lumbung pangan di kawasan Maluku, khususnya bagi wilayah-wilayah yang tidak memiliki basis agrikultur kuat seperti Ternate dan Tidore. Hasil bumi dari Bacan—terutama beras, sagu, dan hasil perkebunan tropis lainnya—memenuhi kebutuhan berbagai kerajaan dan bahkan menjadi komoditas penting dalam jalur perdagangan rempah Nusantara.

Lebih dari itu, Kesultanan Bacan pernah mencetak uang sendiri, sebuah fakta historis yang menandai kedaulatan ekonomi dan politiknya. Dalam dunia kerajaan tradisional, pencetakan mata uang sendiri merupakan simbol kemandirian tertinggi dalam pengelolaan negara. Hal ini menunjukkan bahwa Bacan memiliki sistem keuangan, pemerintahan, dan perdagangan yang sudah tertata rapi bahkan sebelum konsep negara modern hadir.Dalam hal budaya, Bacan adalah pusat peradaban yang kaya.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahasa, sastra lisan, seni bela diri (seperti cakalele khas Bacan), tata adat istiadat, hingga sistem hukum adat menjadi fondasi kokoh yang mengatur kehidupan sosial masyarakatnya. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi hari ini, warisan budaya ini berpotensi menjadi kekuatan lunak (soft power) yang besar jika dikelola secara baik dan diberi ruang untuk tumbuh melalui kerangka Otsus.

Otsus sebagai Kota Pusaka bisa menjadi kendaraan untuk melestarikan warisan ini sembari membangun peradaban yang modern, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dana dan kewenangan khusus yang dimiliki harus difokuskan untuk merevitalisasi situs sejarah, memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal, membangun ekonomi kreatif berbasis budaya, serta membangun infrastruktur yang menghormati warisan pusaka.

Namun demikian, semua ini tak akan berarti tanpa komitmen politik yang tulus dan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah daerah harus mengedepankan transparansi, membangun sistem yang partisipatif, dan memastikan bahwa Otsus bukan hanya menjadi proyek elit, tetapi benar-benar menyentuh akar rumput.

Kota Bacan bukan sedang menuju kejayaan—ia sedang mengingat kembali siapa dirinya.

Otsus sebagai Kota Pusaka adalah jalan untuk menghidupkan kembali identitas Bacan yang sejati: mandiri, berdaulat, dan bermartabat.

Komentar

Berita Terkait

Dirgahayu RI, Merdeka dari Mafia Kerah Putih
EFISIENSI ATAU AMBISI? MATINYA LOGIKA PRABOWO ATAS PENDIDIKAN YANG DI LECEHKAN
RAPOT HITAM BUAT BUPATI HALMAHERA SELATAN (Logika Sesat Penghapus Beasiswa kuliah untuk Mahasiswa halsel di luar daerah)
HARITA GROUP DAN PARADOKS KEMAKMURAN DI HALMAHERA SELATAN ; Membaca Industrialisasi Nikel Melalui Perspektif Risk Society Ulrich Beck
Konstitusi Menghadap Laut, Kebijakan Milik Daratan
CANTIK ITU PALSU
Mengapa Perempuan Perlu Berpengetahuan?
Hedging ala Prabowo: Perubahan Peta Impor Minyak Nasional?
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:30 WIT

Dirgahayu RI, Merdeka dari Mafia Kerah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WIT

EFISIENSI ATAU AMBISI? MATINYA LOGIKA PRABOWO ATAS PENDIDIKAN YANG DI LECEHKAN

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:49 WIT

RAPOT HITAM BUAT BUPATI HALMAHERA SELATAN (Logika Sesat Penghapus Beasiswa kuliah untuk Mahasiswa halsel di luar daerah)

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:52 WIT

HARITA GROUP DAN PARADOKS KEMAKMURAN DI HALMAHERA SELATAN ; Membaca Industrialisasi Nikel Melalui Perspektif Risk Society Ulrich Beck

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:00 WIT

Konstitusi Menghadap Laut, Kebijakan Milik Daratan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 04:44 WIT

CANTIK ITU PALSU

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:11 WIT

Mengapa Perempuan Perlu Berpengetahuan?

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:46 WIT

Hedging ala Prabowo: Perubahan Peta Impor Minyak Nasional?

Berita Terbaru