Bahaya Pembongkaran Sulfur di Pelabuhan HPAL: Dampak bagi Kesehatan dan Lingkungan

Kamis, 31 Juli 2025 - 13:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan Aktivitas pembongkaran sulfur (belerang) di Pelabuhan HPAL Pulau Obi, menjadi perhatian serius karena potensi dampaknya terhadap kesehatan pekerja, masyarakat sekitar, dan ekosistem pesisir. Proses bongkar muat yang menghasilkan kepulan debu putih terlihat jelas di lokasi, menandakan adanya pelepasan partikel sulfur ke udara dan kemungkinan tumpahan ke perairan laut.

Sebagai bahan informasi, berikut informasi tentang dampak sulfur terhadap lingkungan dan kesehatan.

Sulfur yang dilepas ke udara dalam bentuk debu halus atau gas sulfur dioksida (SO₂) dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, antara lain:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Gangguan sistem pernapasan
    • Debu sulfur yang terhirup dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
    • Gejala awal meliputi batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penderita asma.
    • Paparan jangka panjang berpotensi menimbulkan bronkitis kronis dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  2. Gangguan pada mata dan kulit
    • Partikel sulfur yang kontak langsung dengan mata dapat menyebabkan perih, kemerahan, dan gangguan penglihatan sementara.
    • Pada kulit, sulfur dapat menimbulkan iritasi berupa gatal, ruam, atau luka bakar kimia bila dalam konsentrasi tinggi.
  3. Dampak sistemik
    • Jika terpapar dalam jangka panjang, tubuh bisa mengalami penurunan daya tahan serta risiko komplikasi pada organ vital akibat inflamasi berulang.

Selain bahaya kesehatan, sulfur yang tercecer ke laut membawa risiko serius bagi ekosistem:

  1. Pengasaman laut
    • Ketika sulfur larut dalam air laut, ia dapat bereaksi membentuk asam sulfat (H₂SO₄).
    • Proses ini menurunkan pH air laut, menyebabkan kondisi lebih asam.
    • Lingkungan laut yang asam mengancam kelangsungan hidup plankton, ikan, udang, hingga biota laut kecil yang menjadi dasar rantai makanan.
  2. Kerusakan terumbu karang
    • Terumbu karang sangat sensitif terhadap perubahan pH. Pengasaman laut mempercepat kerapuhan struktur karang.
    • Hilangnya terumbu karang berarti hilangnya habitat utama bagi berbagai spesies laut.
  3. Sedimentasi berbahaya
    • Sulfur yang mengendap di dasar laut bisa meracuni organisme bentik (hidup di dasar perairan).
    • Akumulasi dalam rantai makanan berpotensi sampai ke ikan konsumsi masyarakat pesisir.

Jika sulfur tumpah ke daratan, dampaknya juga signifikan:

  • Kesuburan tanah menurun akibat meningkatnya kadar asam di tanah.
  • Pertumbuhan tanaman terhambat, terutama tanaman pangan seperti padi, sayuran, dan umbi-umbian.
  • Residu sulfur yang masuk ke hasil panen dapat menurunkan kualitas pangan dan berdampak pada kesehatan manusia.

Hujan Asam dan Infrastruktur

Di atmosfer, gas sulfur (SO₂) dapat bereaksi dengan uap air membentuk hujan asam. Dampaknya meliputi:

  • Kerusakan tanaman hutan dan perkebunan akibat daun menguning dan gugur lebih cepat.
  • Percepatan korosi pada logam, jembatan, dermaga, dan infrastruktur pesisir.
  • Penurunan kualitas air tanah karena terkontaminasi asam.

Dengan demikian, pembongkaran sulfur di pelabuhan HPAL bukan hanya persoalan teknis bongkar muat, tetapi juga terkait dengan kesehatan publik, keberlanjutan ekosistem laut, kesuburan tanah, dan keawetan infrastruktur pesisir. Penanganan sulfur yang tidak hati-hati dapat memunculkan dampak jangka panjang yang sulit dipulihkan.(red)

Komentar

Berita Terkait

Disperindagkop Haltim Keluarkan HET BBM Terbaru
Kabag Humas Purna Tugas, Sekda Haltim Siapkan Pengganti
GMNI Malut Desak Investigasi Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh PT Dewa Coco di Halmahera Barat
Pemda Haltim Gantung Gaji Perangkat Desa, Kadis DPMD Sebut Siltap Sudah Proses
Ketua PB-FORMMALUT Dukung Nurjaya Hi Ibrahim Bongkar Dugaan SPPD Fiktif DPRD Kota Ternate
KAHMI Halut Kecam Kelambanan Polres Halut dan Desak Penahanan Tersangka Kekerasan Seksual Anak
Pemda Haltim Peringati Hari OTDA ke-30, Bupati Sampaikan Amanat Mentri Dalam Negeri
Safari Dakwah Cicit Guru Tua di Halmahera Utara: Menguatkan Spirit dan perjuangan Kealkhairaatan serta Khidmat Alumni
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 03:28 WIT

Disperindagkop Haltim Keluarkan HET BBM Terbaru

Jumat, 1 Mei 2026 - 03:22 WIT

Kabag Humas Purna Tugas, Sekda Haltim Siapkan Pengganti

Kamis, 30 April 2026 - 03:25 WIT

GMNI Malut Desak Investigasi Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh PT Dewa Coco di Halmahera Barat

Rabu, 29 April 2026 - 06:41 WIT

Pemda Haltim Gantung Gaji Perangkat Desa, Kadis DPMD Sebut Siltap Sudah Proses

Selasa, 28 April 2026 - 10:12 WIT

Ketua PB-FORMMALUT Dukung Nurjaya Hi Ibrahim Bongkar Dugaan SPPD Fiktif DPRD Kota Ternate

Senin, 27 April 2026 - 09:24 WIT

KAHMI Halut Kecam Kelambanan Polres Halut dan Desak Penahanan Tersangka Kekerasan Seksual Anak

Senin, 27 April 2026 - 09:15 WIT

Pemda Haltim Peringati Hari OTDA ke-30, Bupati Sampaikan Amanat Mentri Dalam Negeri

Minggu, 26 April 2026 - 16:24 WIT

Safari Dakwah Cicit Guru Tua di Halmahera Utara: Menguatkan Spirit dan perjuangan Kealkhairaatan serta Khidmat Alumni

Berita Terbaru

Regional

Disperindagkop Haltim Keluarkan HET BBM Terbaru

Jumat, 1 Mei 2026 - 03:28 WIT

Regional

Kabag Humas Purna Tugas, Sekda Haltim Siapkan Pengganti

Jumat, 1 Mei 2026 - 03:22 WIT