Kematian Massal Hewan Air di Sungai Obi Diduga Akibat Limbah PT. HARITA GROUP

Rabu, 25 Juni 2025 - 02:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan, 25 Juni 2025 — Warga Kecamatan Obi kembali diresahkan dengan matinya berbagai hewan air di salah satu sungai utama di kawasan tersebut. Salah satu temuan mengejutkan adalah matinya ikan sogili (belut raksasa) dalam jumlah besar yang ditemukan terapung dan membusuk di sepanjang aliran sungai.

Seorang pekerja tambang yang tidak ingin disebutkan namanya membagikan foto dirinya tengah memegang dua ekor sogili mati yang ditemukan di sekitar kawasan operasional tambang PT Harita Group. Peristiwa ini menambah kekhawatiran publik terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang diduga kuat bersumber dari limbah beracun hasil aktivitas pertambangan nikel.

Ini bukan kali pertama. Sungai ini dulu jernih, jadi sumber kehidupan. Sekarang airnya berwarna keruh, berbau, dan banyak ikan mati,” ujar seorang warga Desa Kawasi.

Pemerhati lingkungan dan aktivis masyarakat Obi menyebutkan bahwa perubahan warna air, bau menyengat, serta kematian biota air adalah indikator kuat adanya pencemaran berat. Limbah kimia seperti logam berat dan bahan beracun lainnya dari proses tambang disebut-sebut sebagai penyebab utama.

Jika benar terbukti ada pelanggaran dan pencemaran, maka Perusahaan yang bersangkutan harus bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi soal keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat lokal,” tegas salah satu aktivis Obi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Harita Group. Sementara itu, masyarakat dan aktivis terus mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan KLHK untuk segera turun tangan, melakukan investigasi mendalam, serta mengambil langkah hukum bila ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan.

Kasus ini menambah panjang daftar persoalan lingkungan hidup yang muncul akibat pertambangan di wilayah Halmahera Selatan, khususnya di Pulau Obi yang menjadi salah satu pusat eksploitasi nikel terbesar di Indonesia. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan sungai-sungai yang rusak bisa dipulihkan kembali untuk kepentingan generasi masa depan.(red)

Komentar

Berita Terkait

Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar
Menatap Bupati Cup 2026, Kecamatan Bacan Teken Kontrak Kepelatihan dan Gelar Seleksi 3 Hari
Wakil Bupati Haltim Buka Pelatihan Wirausaha Muda Pramuka Penegak
Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata
Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda
Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026
Warga Moti Meninggal, HMI Soroti Buruknya Layanan Kesehatan
Soroti Tenaga Kerja, DPRD Haltim RDP Bersama Antam Group
Berita ini 391 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:14 WIT

Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar

Selasa, 8 September 2026 - 10:38 WIT

Menatap Bupati Cup 2026, Kecamatan Bacan Teken Kontrak Kepelatihan dan Gelar Seleksi 3 Hari

Sabtu, 5 September 2026 - 15:51 WIT

Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata

Kamis, 3 September 2026 - 06:17 WIT

Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:17 WIT

Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:49 WIT

Warga Moti Meninggal, HMI Soroti Buruknya Layanan Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:45 WIT

Soroti Tenaga Kerja, DPRD Haltim RDP Bersama Antam Group

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:17 WIT

Warga Desa Bobo Desak Inspektorat Audit Kades Bobo, Diduga Dana Desa Tak Transparan

Berita Terbaru