tajukmalut.com | Halmahera Selatan, 22 Juni 2025 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Pulau Bacan sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi (22/6), menyebabkan banjir besar yang merendam sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Amasing. Banjir tersebut memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat aman.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan mencatat, total warga yang mengungsi mencapai 2.430 jiwa dari 640 Kepala Keluarga (KK). Tercatat ada delapan titik lokasi pengungsian, di antaranya di Masjid Sultan, Masjid Raya, SMPN 1, dan lokasi pengungsian mandiri.
Kondisi terparah terjadi di Kelurahan Amasing, yang terlihat tergenang air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Sejumlah bangunan toko dan rumah warga ikut terdampak. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui BPBD langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi dan melakukan langkah tanggap darurat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BPBD Halmahera Selatan, dalam keterangannya menyebutkan bahwa banjir ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara terus menerus sejak malam hari. “Banjir merendam pemukiman di sejumlah titik. Saat ini kami telah mendirikan posko pengungsian, membuka dapur umum, dan mengaktifkan layanan kesehatan untuk para pengungsi,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, yang turut meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Amasing, menyatakan keprihatinannya atas bencana ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bergerak cepat dalam penanganan darurat.
“Kami tidak tinggal diam. Saat ini seluruh tim BPBD dan dinas terkait sedang bekerja siang dan malam. Prioritas kami adalah keselamatan warga, kebutuhan dasar pengungsi, serta percepatan perbaikan infrastruktur yang terdampak,” ujar Bupati.

Selain itu, bencana ini juga menyebabkan kerusakan fisik seperti putusnya satu unit jembatan di Desa Tonoona dan satu unit jembatan di Desa Kubung. Setidaknya satu rumah warga dilaporkan rusak akibat banjir.
Pemerintah Daerah melalui BPBD Halsel juga berkoordinasi dengan instansi vertikal, termasuk BNPB dan TNI/Polri untuk mendukung distribusi logistik dan pengamanan wilayah terdampak.
Langkah-langkah cepat yang telah dilakukan BPBD Halsel meliputi:
- Evakuasi warga terdampak ke lokasi aman
- Penyaluran bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan pokok
- Pelayanan kesehatan keliling di lokasi pengungsian
- Pemasangan rambu-rambu peringatan di lokasi rawan banjir
Hingga kini, pihak BPBD masih terus melakukan pendataan lanjutan terkait dampak kerugian serta melakukan asesmen kebutuhan untuk penanganan pasca-banjir.(red)









