tajukmalut.com | Halmahera Utara — Ikatan Alumni & Abna Alkhairaat (IKAAL) Halmahera Utara menyampaikan sikap tegas atas konflik sosial yang terjadi antara warga Desa Duma dan Desa Kira. Konflik tersebut dinilai tidak berdiri sendiri, melainkan kuat diduga dipicu oleh aksi provokatif segelintir oknum yang sengaja mengadu domba masyarakat.
Sekretaris Umum IKAAL Halut, Ibnu Furqan, menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak boleh ragu dan tidak boleh lamban dalam menindak para pelaku provokasi yang memperkeruh suasana dan mengancam persatuan warga.
“Konflik ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Aparat penegak hukum harus segera menangkap dan memproses hukum pelaku-pelaku provokatif yang menyebarkan hasutan dan kebencian. Negara tidak boleh kalah oleh provokator,” tegas Ibnu Furqan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, pembiaran terhadap aktor-aktor provokasi justru akan membuka ruang konflik yang lebih luas dan berpotensi menimbulkan korban, baik secara materiil maupun sosial.
IKAAL Halut juga mengingatkan bahwa masyarakat Duma dan Kira sejatinya memiliki ikatan sosial dan kekerabatan yang kuat, sehingga konflik ini tidak boleh ditarik ke arah yang lebih berbahaya oleh kepentingan tertentu.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi oleh isu liar, hoaks, dan narasi kebencian. Biarkan aparat bekerja, dan kita jaga Halmahera Utara tetap damai,” lanjutnya.
IKAAL Halut menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penegakan hukum yang adil dan tegas, sekaligus mengawal upaya rekonsiliasi sosial demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di Halmahera Utara begitupun Desa Duma dan Desa Kira.(red)










