tajukmalit.com | Halmahera Selatan — Sosok Karteker Kepala Desa Waya, Kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Armain Arifin, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Ia diduga telah hampir enam bulan tidak menjalankan tugasnya sebagai pimpinan pemerintahan desa. Peristiwa ini mencuat pada Kamis, 26 Maret 2026.
Ketidakhadiran Armain Arifin dinilai bukan persoalan sepele. Di tengah harapan masyarakat terhadap pelayanan publik yang transparan, cepat, dan responsif, kondisi tersebut justru berdampak pada tersendatnya roda pemerintahan di tingkat desa.
Sejumlah warga Desa Waya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa mereka merasa seolah tidak memiliki kepala desa. “Padahal ada pejabatnya, tapi sudah enam bulan lebih tidak pernah terlihat di desa,” ujar salah satu warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut mereka, absennya kepala desa berdampak langsung pada pelayanan administrasi yang menjadi lambat serta terhambatnya proses pembangunan desa. Tidak hanya itu, berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan yang berlangsung di desa juga tidak pernah dihadiri oleh yang bersangkutan.
“Bahkan saat terjadi musibah di desa yang menyebabkan ada warga meninggal dunia sekitar sebulan lalu, beliau juga tidak pernah muncul,” tambah warga lainnya.
Masyarakat menilai kondisi ini perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Mereka mendesak agar Bupati melalui instansi terkait segera memanggil dan mengevaluasi kinerja Armain Arifin sebagai Karteker Kepala Desa.
Ketidakhadiran pimpinan desa dalam waktu yang cukup lama dinilai telah memicu berbagai persoalan serius, mulai dari lambannya pelayanan publik, ketidakaturan administrasi desa, hingga terhambatnya pembangunan yang seharusnya berjalan untuk kesejahteraan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Armain Arifin belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(red)









