Laba Rp2,27 Triliun, PAD Halmahera Selatan Berapa? Menimbang Dampak Kinerja PT Trimegah Bangun Persada Tbk bagi Daerah

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmaher Selatan – PT Trimegah Bangun Persada Tbk mencatatkan lonjakan laba sebesar 76 persen pada Kuartal I 2025 dengan capaian Rp2,27 triliun. Pendapatan kontrak perusahaan juga tumbuh menjadi Rp7,13 triliun, sementara produksi bijih nikel meningkat signifikan hingga 4,98 juta WMT.

Angka-angka tersebut menunjukkan pertumbuhan korporasi yang kuat di sektor tambang nikel, khususnya di wilayah operasional Halmahera Selatan. Namun, pertanyaan mendasar yang muncul adalah: sejauh mana pertumbuhan itu berdampak langsung pada keuangan daerah?

Jika dibandingkan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Selatan dalam beberapa tahun terakhir, terdapat kesenjangan yang cukup mencolok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PAD Halmahera Selatan dalam beberapa tahun terakhir berada pada kisaran ratusan miliar rupiah per tahun. Bahkan jika PAD mencapai Rp300–400 miliar dalam satu tahun anggaran, angka tersebut masih jauh lebih kecil dibanding laba perusahaan yang dalam satu kuartal saja sudah menembus Rp2,27 triliun.

Artinya, dalam tiga bulan, laba bersih satu perusahaan tambang bisa melampaui total PAD satu tahun Kabupaten Halmahera Selatan.

Hal ini memunculkan pertanyaan struktural:

  • Apakah sistem fiskal daerah cukup adil bagi daerah penghasil?
  • Seberapa optimal pemerintah daerah memaksimalkan pajak dan retribusi dari aktivitas tambang?
  • Apakah Dana Bagi Hasil (DBH) benar-benar proporsional dengan dampak lingkungan dan sosial yang ditanggung daerah?

Secara teori, peningkatan produksi dan pendapatan perusahaan seharusnya berdampak pada:

  1. Kenaikan Dana Bagi Hasil sektor pertambangan
  2. Peningkatan pajak daerah (alat berat, kendaraan, PBB sektor pertambangan)
  3. Pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal

Namun dalam praktiknya, sebagian besar penerimaan sektor tambang tetap tersentralisasi di pemerintah pusat. Daerah hanya menerima porsi tertentu melalui mekanisme DBH, yang sering kali tidak sebanding dengan beban infrastruktur, tekanan sosial, dan risiko ekologis yang ditanggung masyarakat setempat.

Memang benar bahwa aktivitas pertambangan mendorong:

  • Penyerapan tenaga kerja
  • Tumbuhnya usaha jasa transportasi
  • Perputaran ekonomi di kawasan industri

Namun di sisi lain, tantangan yang muncul juga nyata:

  • Ketimpangan ekonomi antarwilayah
  • Tekanan lingkungan hidup
  • Ketergantungan ekonomi pada satu sektor

Jika PAD tidak tumbuh signifikan seiring melonjaknya produksi dan laba perusahaan, maka daerah berisiko menjadi sekadar lokasi ekstraksi tanpa daya tawar fiskal yang kuat.

Lonjakan laba PT Trimegah Bangun Persada Tbk seharusnya menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk:

  • Mengevaluasi optimalisasi pajak dan retribusi daerah
  • Memperkuat pengawasan dan transparansi kontribusi fiskal perusahaan
  • Mendorong perjanjian kemitraan yang lebih berpihak pada pembangunan lokal
  • Mengawal realisasi CSR agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat

Pertumbuhan industri nikel di Halmahera Selatan tidak boleh hanya menjadi cerita sukses di laporan keuangan korporasi, tetapi harus terkonversi menjadi peningkatan kualitas infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Jika satu perusahaan mampu membukukan laba triliunan rupiah dalam satu kuartal, maka wajar publik bertanya:

Apakah kesejahteraan masyarakat Halmahera Selatan tumbuh secepat grafik produksi nikel?

Pertumbuhan ekonomi sejati bukan hanya tentang angka produksi dan laba, tetapi tentang distribusi manfaat yang adil dan berkelanjutan.(red)

Komentar

Berita Terkait

DPD Gerindra Kecam Pemprov Malut Penyelenggaraan MTQ Malut Dilaksanakan di Ruang Bawa Tanah Mesjid Raya Sofifi
Agromaritim: Antara Romantisme Konsep dan Kekosongan Implementasi
Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo
Fraksi Perjuangan-Demokrat “Kuliti” Kinerja APBD 2025: Anggaran Besar, Dampak ke Rakyat Masih Dipertanyakan
HOMPIMPA: Tradisi dan Konsep Penyerahan kepada Tuhan
Sahril Thahir Turun Langsung ke Halteng, Gerindra Matangkan Konsolidasi dan Siapkan Peresmian Kantor Baru
POLDA Maluku Utara Raih Apresiasi Kemenkum atas Penguatan Layanan Hukum Desa
‎Pelantikan Pengurus ISEI Komisariat Halmahera Selatan, Kepala BPS RI Jadi Keynote Speaker Seminar Nasional Agromaritim
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 07:26 WIT

DPD Gerindra Kecam Pemprov Malut Penyelenggaraan MTQ Malut Dilaksanakan di Ruang Bawa Tanah Mesjid Raya Sofifi

Senin, 22 Juni 2026 - 03:20 WIT

Agromaritim: Antara Romantisme Konsep dan Kekosongan Implementasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 04:07 WIT

Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:14 WIT

Fraksi Perjuangan-Demokrat “Kuliti” Kinerja APBD 2025: Anggaran Besar, Dampak ke Rakyat Masih Dipertanyakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:15 WIT

HOMPIMPA: Tradisi dan Konsep Penyerahan kepada Tuhan

Senin, 15 Juni 2026 - 10:29 WIT

POLDA Maluku Utara Raih Apresiasi Kemenkum atas Penguatan Layanan Hukum Desa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:39 WIT

‎Pelantikan Pengurus ISEI Komisariat Halmahera Selatan, Kepala BPS RI Jadi Keynote Speaker Seminar Nasional Agromaritim

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:36 WIT

Kadis Haltim Didesak Turun ke PT. HPU Untuk Prioritaskan Rekrumen Karyawan Lokal

Berita Terbaru

Regional

Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo

Sabtu, 20 Jun 2026 - 04:07 WIT

Regional

HOMPIMPA: Tradisi dan Konsep Penyerahan kepada Tuhan

Selasa, 16 Jun 2026 - 04:15 WIT