tajukmalut.com | Halmahera Tengah – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah memaparkan capaian kinerja dan hasil pelaksanaan program prioritas sepanjang tahun 2025 dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Rabu (31/12/2025). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Tengah dan dihadiri jajaran Staf Ahli, para Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta insan pers dari media cetak dan media daring.
Dalam pemaparannya, Bupati menegaskan bahwa satu tahun kepemimpinan IMS–ADIL diarahkan pada penguatan pelayanan dasar melalui Program Ter-CEPAT yang menjadi kerangka utama pelaksanaan RPJMD Kabupaten Halmahera Tengah. Program tersebut mencakup pendidikan dan kesehatan gratis, peningkatan kesejahteraan tokoh agama, perlindungan sosial bagi kelompok rentan, serta penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pada sektor pendidikan, Pemkab Halteng memastikan kebijakan pendidikan gratis berjalan dari jenjang TK/PAUD hingga SMA. Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran beasiswa senilai Rp19,49 miliar bagi 2.999 mahasiswa, yang terdiri dari mahasiswa strata satu, magister, hingga doktoral. Program beasiswa ini disebut sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia Halmahera Tengah yang unggul dan berdaya saing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di bidang kesehatan, capaian Program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) hingga akhir Desember 2025 mencapai 71,91 persen, tertinggi di Maluku Utara dan melampaui target nasional. Capaian ini sejalan dengan keberhasilan pemerintah daerah dalam menekan angka stunting. Berdasarkan hasil SSGI, prevalensi stunting turun drastis dari 29,5 persen pada 2024 menjadi 14,7 persen di 2025. Bahkan, data SIGIZI KESGA Kementerian Kesehatan RI mencatat angka stunting di Halteng berhasil ditekan hingga 2,80 persen.
Sepanjang tahun 2025, layanan kesehatan gratis telah menjangkau 111.822 jiwa, meliputi pasien rawat jalan dan rawat inap di puskesmas, serta layanan rawat jalan di RSUD Weda. Untuk menunjang layanan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan anggaran Rp7,4 miliar, dengan realisasi hingga Desember 2025 mencapai Rp4,08 miliar, termasuk pembiayaan rujukan pasien ke berbagai rumah sakit di luar daerah seperti Ternate, Tidore, Tobelo, Manado, Makassar, hingga Jakarta.
Sementara di sektor sosial dan keagamaan, Pemkab Halteng menyalurkan insentif kepada 553 imam dan pendeta dengan total anggaran Rp8,76 miliar, serta santunan duka bagi 340 keluarga senilai Rp1,7 miliar. Program perlindungan sosial juga menyasar ibu hamil dan menyusui sebanyak 2.687 orang dengan anggaran Rp6,96 miliar, serta bantuan bagi kelompok rentan—termasuk penyandang disabilitas, yatim piatu, janda, dan lansia—dengan total penerima 5.974 jiwa dan anggaran mencapai Rp27,93 miliar.
Pada sektor perumahan, pemerintah daerah mencatat pembangunan dan rehabilitasi 418 unit Rumah Layak Huni (RLH) sepanjang 2025 dengan anggaran Rp103,2 miliar. Secara akumulatif sejak 2023 hingga 2025, jumlah RLH yang telah dibangun dan direhabilitasi mencapai 2.412 unit, dengan total anggaran Rp262,39 miliar.
Dari sisi fiskal, kinerja keuangan daerah juga menunjukkan tren positif. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2025 terealisasi sebesar Rp388,98 miliar, atau 119,15 persen dari target, menandakan pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan melampaui proyeksi awal.
Menutup konferensi pers, Bupati menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, perangkat daerah, pemerintah desa, serta dukungan masyarakat dan media. Ia memastikan Pemkab Halmahera Tengah akan terus menjaga kesinambungan pembangunan, memperkuat layanan dasar, dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.(red)









