tajukmalut.com | Halmahera Tengah – Badan Koordinasi Daerah (Bakor) Persiapan Daerah Otonomi Baru (DOB) Patani Gebe Kepulauan menggelar kegiatan pengibaran bendera Merah Putih di gugusan pulau-pulau terluar, sebagai bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Ketua Badan Koordinasi Daerah (Bakor) Persiapan Daerah Otonomi Baru (DOB) Patani Gebe Kepulauan Hamlan Kamaludin mengatakan bahwa Pengibaran yang dipusatkan di Pulau Jiew, Patani Utara—wilayah perbatasan dengan Samudera Pasifik—menjadi simbol kuat semangat persatuan dan patriotisme masyarakat pesisir serta perbatasan.
Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana, Taher Abd Karim, yang juga Wakil Ketua DOB Patani Gebe Kepulauan, mengatakan kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi juga wujud partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga pertahanan dan keutuhan NKRI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini merupakan bentuk peran aktif masyarakat perbatasan dalam memperkuat nasionalisme, persatuan, dan kesatuan. Tema yang diusung adalah Penguatan Sumber Daya Pertahanan dan Pangan Maritim di Gugusan Pulau Terluar Kawasan Perbatasan Negara, Kolaborasi untuk Halmahera Tengah Maju dan Sejahtera,” jelas Taher, Minggu (3/8/2025).
Selain pengibaran bendera, rangkaian acara berlangsung mulai 10–17 Agustus 2025 dengan berbagai agenda, di antaranya:
- pembersihan pesisir pantai di pulau terluar,
- pembersihan lingkungan mangrove,
- reboisasi terumbu karang,
- dan penanaman bibit pertanian.
Momentum ini juga menghidupkan kembali catatan sejarah perjuangan rakyat Fagogoru. Pada tahun 1942, Haji Salahuddin Talabudin, seorang putra daerah, dengan penuh semangat nasionalisme mengibarkan bendera Merah Putih di Tanjung Ngolopopo, jauh sebelum proklamasi kemerdekaan 1945. Semangat inilah yang kini diwariskan oleh generasi Patani Gebe.
Sebelum kegiatan, panitia telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi pusat, termasuk Kementerian Pertahanan, Kemenko Polhukam, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kemendagri, serta Kepala Staf TNI AD.
Masyarakat Patani Gebe menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya perayaan simbolik, melainkan juga bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran, terutama dalam penguatan pertahanan maritim dan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan.
Dengan semangat patriotisme yang diwariskan para pendahulu, masyarakat Patani Gebe menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketahanan dan keutuhan NKRI di ujung timur Indonesia.(red)









