tajukmalut.com | Halmahera Selatan – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Halmahera Selatan resmi membuka Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-IV yang digelar di Bumi Saruma. Kegiatan ini mengusung tema “Semangat Persatuan dalam Asa dan Rasa dalam Jiwa Marhaenisme.”
Pembukaan Konfercab GMNI Halmahera Selatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Bung Sujahri Somar, yang secara khusus hadir untuk memberikan arahan ideologis sekaligus membuka agenda tertinggi organisasi di tingkat cabang tersebut.
Kehadiran Ketua Umum DPP GMNI menjadi momentum penting bagi kader GMNI di Halmahera Selatan, mengingat Konfercab merupakan forum strategis dalam mengevaluasi arah gerakan, memperkuat konsolidasi organisasi, serta memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan perjuangan GMNI di tingkat lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Sujahri Somar mengingatkan seluruh kader GMNI agar mampu bersikap adaptif terhadap perubahan lingkungan dan dinamika sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, perkembangan zaman yang cepat kerap memicu terjadinya pergeseran nilai hingga miss orientasi dalam gerakan mahasiswa.
“Kondisi sosial hari ini sangat kompleks dan terus berubah. Jika kader GMNI tidak adaptif, maka sangat mungkin terjadi pergeseran arah perjuangan bahkan kehilangan orientasi ideologis,” tegas Sujahri Somar.

“Kader GMNI harus membiasakan diri berdialektika secara intelektual. Dari sanalah kemampuan berpikir kritis, keberanian bersikap, dan kedalaman ideologis akan terus terasah dan berkembang,” lanjutnya.
Sujahri Somar juga menegaskan bahwa nilai-nilai Marhaenisme harus tetap menjadi roh perjuangan GMNI, tidak hanya sebagai doktrin, tetapi diwujudkan dalam sikap, tindakan, dan keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil.
Konfercab Ke-IV GMNI Halmahera Selatan ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang progresif, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan sosial-politik di daerah, sekaligus memperkuat peran GMNI sebagai organisasi perjuangan mahasiswa yang konsisten pada garis ideologi kerakyatan.(red)









