Kapolda Maluku Utara Dinilai Tebang Pilih dalam Penindakan Tambang Ilegal

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com JAKARTA— Penertiban tambang emas ilegal di wilayah Maluku Utara oleh Kepolisian Daerah (Polda) Malut dinilai belum menyentuh akar persoalan dan terkesan tebang pilih. Kritik ini disampaikan oleh Safrudin Taher, Direktur Riset dan Opini Anatomi Pertambangan Indonesia.

Safrudin menyatakan bahwa meskipun publik mengapresiasi pembentukan Tim Khusus Tambang Ilegal oleh Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, pelaksanaan penertiban di lapangan dianggap belum adil. Ia menilai bahwa operasi justru lebih banyak menyasar tambang rakyat yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pedalaman, sementara perusahaan besar yang diduga melanggar aturan justru belum tersentuh hukum.

“Prinsipnya, kami mendukung pembentukan Timsus Tambang Ilegal oleh Polda Malut. Namun, penindakan harus dilakukan secara adil, transparan, dan menyeluruh. Tidak boleh hanya menyasar tambang rakyat, sementara perusahaan besar yang melanggar hukum dibiarkan,” ujar Safrudin dalam pernyataannya, Sabtu (3/5/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Safrudin menyebut beberapa perusahaan yang diduga melakukan aktivitas penambangan ilegal, di antaranya PT Forward Matrix Indonesia (FMI), PT Wana Kencana Mineral (WKM), dan PT PTS, yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Timur. Ia menilai perusahaan-perusahaan tersebut patut diduga menambang di luar wilayah konsesi Izin Usaha Pertambangan (IUP), yang jika terbukti, tergolong sebagai pelanggaran hukum.

Hingga saat ini, menurut Safrudin, belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Hal ini menimbulkan kesan bahwa penegakan hukum tidak dilakukan secara merata.

“Ini jelas tidak adil. Hukum seolah hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Jika memang serius menertibkan tambang ilegal, maka semua pelaku harus ditindak tanpa pandang bulu. Jangan rakyat kecil terus yang dikorbankan, sementara perusahaan besar tetap dibiarkan,” tegasnya.

Ia juga mendesak Polda Malut untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan tambang yang diduga melanggar hukum. Menurutnya, penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.(red)

Komentar

Berita Terkait

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
Pemuda Muhamadiyah Hadir Sebagai Kekuatan Moral, Intelektual dan Sosial
Hadiri Hari Pers Nasional di Banten, Bupati Haltim : Pers Memiliki Peran Vital di Daerah
Konfercab Ke-IV GMNI Halsel Resmi Dibuka, Ketum DPP Tekankan Dialektika Intelektual Kader
Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta
HUT ke-18 Gerindra, DPD Maluku Utara Tebar Kepedulian Sosial
Bupati Haltim Temui BPH Migas Usul Penambahan Kuota BBM
Milad ke-18 Gerindra, DPC Halsel Gelar “Gerindra Berbagi” di Sejumlah Titik
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:24 WIT

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Senin, 9 Februari 2026 - 13:58 WIT

Pemuda Muhamadiyah Hadir Sebagai Kekuatan Moral, Intelektual dan Sosial

Senin, 9 Februari 2026 - 08:24 WIT

Hadiri Hari Pers Nasional di Banten, Bupati Haltim : Pers Memiliki Peran Vital di Daerah

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:23 WIT

Konfercab Ke-IV GMNI Halsel Resmi Dibuka, Ketum DPP Tekankan Dialektika Intelektual Kader

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:59 WIT

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:17 WIT

Bupati Haltim Temui BPH Migas Usul Penambahan Kuota BBM

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:57 WIT

Milad ke-18 Gerindra, DPC Halsel Gelar “Gerindra Berbagi” di Sejumlah Titik

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:36 WIT

Tahun ini Pemda Haltim Bakal Tuntaskan Tapal Batas Antar Desa di Lima Kecamatan Zona Maba

Berita Terbaru

Regional

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Selasa, 10 Feb 2026 - 16:24 WIT

Nasional

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta

Sabtu, 7 Feb 2026 - 12:59 WIT