HPAL Tingkatkan Produksi Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik di Pulau Obi. MHP Paling Tinggi Diminati

Selasa, 18 November 2025 - 14:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan Halmahera Persada Lygend (HPAL), sebuah perusahaan patungan antara PT Harita Nickel dan Lygend Resources & Technology, telah menjadi pemain kunci dalam industri pengolahan nikel di Indonesia. Berlokasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, HPAL memfokuskan operasinya pada produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang merupakan komponen vital dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.

Dengan memanfaatkan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL), perusahaan ini mampu mengolah nikel limonit, bijih nikel berkadar rendah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Teknologi ini memberikan keunggulan dalam perolehan nikel dan kobalt, efisiensi energi, serta keberlanjutan lingkungan.

Fasilitas HPAL, yang beroperasi sejak 23 Juni 2021 di Kawasan Industri Pulau Obi, merupakan bagian integral dari Proyek Strategis Nasional. Selain MHP, perusahaan juga menghasilkan nikel sulfat (NiSO4) dan kobalt sulfat (CoSO4), yang merupakan bahan baku utama untuk baterai kendaraan listrik. Nikel sulfat berperan sebagai prekursor katoda baterai litium, sementara kobalt sulfat digunakan sebagai material katoda.

Menurut Supervisor Nickel Sulfate PT HPAL, Rivaldo Lee Mogot, target produksi HPAL adalah 247 ribu ton nikel sulfat per tahun, 30 ribu ton kobalt sulfat, dan 4 ribu ton Cobalt Electrowinning. MHP menjadi produk yang paling diminati, sementara nikel sulfat dan kobalt sulfat diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pabrik pengolahan baterai. Produksi nikel sulfat telah berjalan sejak 2023, dan Cobalt Electrowinning dimulai pada 2024, meskipun sempat dihentikan sementara untuk memfokuskan sumber daya pada produksi kobalt sulfat. Seluruh produk diawasi secara ketat oleh Sucofindo, dan perusahaan memprioritaskan keselamatan kerja dengan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap bagi seluruh karyawan, yang sebagian besar berasal dari Maluku Utara.(red)

Komentar

Berita Terkait

HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten Mengecam Keras Pemda Halsel dan DPRD Dapil Gane: Kebakaran Hutan dan Kebun Warga Gane Barat Selatan Meluas, Otoritas Daerah Mandul Respons!
Sekretaris Gerindra Halsel Apresiasi Gerak Cepat Bawaslu Sosialisasikan Putusan MK 128
Kecelakaan Maut Truk PT ANI, PA-Malut Soroti Pengawasan K3 Disnaker Maluku Utara
Diduga Pakai Material Ilegal di Proyek Jalan Saketa-Dehepodo, HIPMA Halsel Desak Polda Malut Turun Tangan
SMIT “PETANI BUKAN ANGKA, MAHASISWA BUKAN PENONTON, PEMERINTAH BUKAN PEMILIK KEBENARAN.”
Surat Sudah Didisposisi Bupati, Tindak Lanjut Dipertanyakan, Aliansi Garda Kubung Menggugat Adukan Bupati dan DPMD ke Ombudsman
BBM Nelayan Langka, FORKOT HALUT Desak BPH Migas Bongkar Tata Kelola SPBN
Dana Disebut Sudah Tersedia Sejak 8 September, Mengapa Jasa Pelayanan RSUD Weda Masih Ditahan?
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 04:29 WIT

HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten Mengecam Keras Pemda Halsel dan DPRD Dapil Gane: Kebakaran Hutan dan Kebun Warga Gane Barat Selatan Meluas, Otoritas Daerah Mandul Respons!

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIT

Sekretaris Gerindra Halsel Apresiasi Gerak Cepat Bawaslu Sosialisasikan Putusan MK 128

Rabu, 30 September 2026 - 10:17 WIT

Kecelakaan Maut Truk PT ANI, PA-Malut Soroti Pengawasan K3 Disnaker Maluku Utara

Rabu, 30 September 2026 - 03:13 WIT

Diduga Pakai Material Ilegal di Proyek Jalan Saketa-Dehepodo, HIPMA Halsel Desak Polda Malut Turun Tangan

Senin, 28 September 2026 - 11:05 WIT

SMIT “PETANI BUKAN ANGKA, MAHASISWA BUKAN PENONTON, PEMERINTAH BUKAN PEMILIK KEBENARAN.”

Senin, 28 September 2026 - 11:00 WIT

Surat Sudah Didisposisi Bupati, Tindak Lanjut Dipertanyakan, Aliansi Garda Kubung Menggugat Adukan Bupati dan DPMD ke Ombudsman

Minggu, 27 September 2026 - 08:39 WIT

BBM Nelayan Langka, FORKOT HALUT Desak BPH Migas Bongkar Tata Kelola SPBN

Minggu, 27 September 2026 - 08:34 WIT

Dana Disebut Sudah Tersedia Sejak 8 September, Mengapa Jasa Pelayanan RSUD Weda Masih Ditahan?

Berita Terbaru