tajukmalut.com | Halmahera Selatan 20 Juni 2025 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan menaruh harapan besar agar pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025–2029 menjadi momen evaluatif bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sesi kedua Musrenbang yang turut dihadiri oleh Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, Wakil Bupati Hasan Ali, dan Anggota DPRD Rustam Ode Nuru, ketiganya kompak menekankan pentingnya peningkatan kinerja OPD sebagai ujung tombak pelaksanaan pembangunan daerah.
“Indeks inovasi daerah kita sedang tidak baik-baik saja. Salah satu indikatornya adalah indeks pelayanan publik. Ini menandakan bahwa OPD tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara konvensional. Harus ada inovasi, adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan zaman,” tegas Rustam dalam pemaparannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyampaikan bahwa RPJMD adalah dokumen sakral yang menjadi panduan arah pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Dokumen ini tak sekadar memuat visi-misi kepala daerah, melainkan menjadi simpul sinkronisasi antara berbagai level perencanaan — dari nasional (RPJMN), provinsi, hingga kabupaten melalui RKPD, serta antar sektor dan wilayah.
DPRD menyoroti bahwa dalam praktiknya, mekanisme penyusunan dan pengusulan program oleh OPD seringkali mengalami ketidaksesuaian ketika masuk ke dalam sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD). Masalah utama dinilai terletak pada rendahnya kapasitas SDM yang mengelola sistem tersebut.
“Platform digital SIPD yang dikembangkan pemerintah pusat harus dikelola oleh SDM yang benar-benar paham. Kalau tidak, akan terus terjadi mismatch antara rencana dan realisasi,” ujar Rustam.
Lebih jauh, Rustam menggarisbawahi bahwa Musrenbang kali ini menjadi bagian dari tiga penyusunan dokumen penting yang dilakukan simultan: RPJMD 2025–2029, RKPD 2026, dan perubahan RKPD 2025. Ia mengajak seluruh elemen untuk mengubah pola pikir dari sekadar orientasi belanja menuju orientasi pada dampak nyata dari setiap program.
DPRD juga menekankan pentingnya memperhatikan hubungan RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya, termasuk RTRW dan RPJP, agar pembangunan lebih terarah dan terukur. Mereka berharap masukan dan kritik dari para peserta Musrenbang kali ini tidak hanya menjadi formalitas, melainkan benar-benar menjadi bahan evaluasi dan refleksi bersama demi Halmahera Selatan yang lebih baik.
“Musrenbang ini bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah panggung strategis untuk menentukan nasib daerah kita. Maka, mari kita isi dengan gagasan dan komitmen yang sungguh-sungguh,” pungkas Rustam Ode Nuru.(red)









