Angka Tilang Menurun, Korban Kecelakaan di Halmahera Justru Bertambah

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Ternate — Keselamatan berlalu lintas di Maluku Utara kembali menjadi sorotan. Di tengah klaim aparat kepolisian mengenai turunnya angka pelanggaran lalu lintas sepanjang 2025, data kecelakaan justru menunjukkan tren sebaliknya: jumlah insiden dan korban meningkat.

Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku Utara mencatat, sepanjang 2025 terjadi peningkatan kecelakaan lalu lintas sebanyak 18 kasus atau naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Fakta ini disampaikan langsung oleh Dirlantas Polda Malut, Kombes Pol Doni Hermawan, Selasa (30/12/2025).

Di sisi lain, aparat kepolisian mencatat adanya penurunan signifikan dalam penindakan pelanggaran. Jumlah tilang mengalami penurunan hingga 34%, dari tahun sebelumnya, atau berkurang sebanyak 5.901 kasus. Teguran terhadap pengendara juga menurun sekitar 25%. Menurut Doni, penurunan ini merupakan hasil dari intensifikasi edukasi dan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, realitas di lapangan memperlihatkan paradoks. Berkurangnya penindakan tidak berbanding lurus dengan meningkatnya keselamatan pengguna jalan.

Dalam pemaparannya, Doni menyebut Halmahera Selatan dan Halmahera Timur sebagai daerah dengan tingkat kerawanan kecelakaan paling tinggi. Mayoritas pelanggaran masih didominasi pengendara roda dua.

Dari total 21.995 pelanggaran lalu lintas yang tercatat sepanjang tahun ini, sekitar 11.000 kasus melibatkan pengendara sepeda motor. Pelanggaran paling dominan adalah tidak menggunakan helm.

“Tercatat ada 7.580 pelanggaran terkait penggunaan helm. Ini sangat berpengaruh terhadap tingkat fatalitas kecelakaan, terutama cedera kepala,” jelas Doni.

Tidak digunakannya alat pelindung kepala disebut menjadi salah satu faktor utama tingginya angka kematian dalam kecelakaan lalu lintas di wilayah Maluku Utara.

Selain faktor perilaku pengendara, polisi juga menyoroti persoalan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih jauh dari standar keselamatan. Wilayah Halmahera Tengah dan Halmahera Utara disebut memiliki sejumlah ruas jalan dengan penerangan minim, marka tidak jelas, serta rambu lalu lintas yang tidak memadai.

“Kondisi jalan yang minim penerangan dan tanpa marka yang jelas meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya pada malam hari,” ujar Doni.

Persoalan ini juga dikaitkan dengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PJU). Polda Malut sebelumnya telah mendorong dilakukannya audit terhadap pemanfaatan PJU, mengingat pungutan tetap berjalan namun penerangan jalan di sejumlah wilayah masih belum optimal.

Menghadapi kondisi tersebut, Polda Maluku Utara menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk tahun 2026. Salah satunya adalah perluasan penerapan tilang elektronik (ETLE) hingga ke kawasan Sofifi.

Selain itu, koordinasi dengan Badan Pengelola Jalan Nasional akan diperkuat untuk mempercepat pembenahan infrastruktur jalan yang rawan kecelakaan.

Meski demikian, tantangan keselamatan berlalu lintas di Maluku Utara dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan penindakan atau teknologi semata. Selama kondisi jalan, penerangan, dan fasilitas keselamatan dasar belum dibenahi secara serius, risiko kecelakaan diperkirakan masih akan membayangi para pengguna jalan.(red)

Komentar

Berita Terkait

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras
BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang
Sambut HUT RI ke-81, DPC Gerindra Halsel Bagikan Sembako untuk Yatim Piatu dan Janda
Rumah Ibadah Diduga Diintimidasi di Labuha, SEKPHAS Desak Aparat Usut Tuntas
“SMP Alkhairaat Tobelo Raih Juara I Gerak Jalan Indah, Tampilkan Aksi Memukau”
DUGAAN PREMANISME DAN INTIMIDASI DI DESA LABUHA, PERSOALAN TANAH WAKAF DIMINTA DITINDAKLANJUTI
BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:05 WIT

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:03 WIT

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:48 WIT

BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:04 WIT

Sambut HUT RI ke-81, DPC Gerindra Halsel Bagikan Sembako untuk Yatim Piatu dan Janda

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:48 WIT

“SMP Alkhairaat Tobelo Raih Juara I Gerak Jalan Indah, Tampilkan Aksi Memukau”

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:46 WIT

DUGAAN PREMANISME DAN INTIMIDASI DI DESA LABUHA, PERSOALAN TANAH WAKAF DIMINTA DITINDAKLANJUTI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:46 WIT

BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:41 WIT

Pekan Ini TPP Tahap II Terbayar, Bupati Ubaid Sebut Hadia HUT RI

Berita Terbaru

Opini

Dirgahayu RI, Merdeka dari Mafia Kerah Putih

Senin, 17 Agu 2026 - 13:30 WIT