30 Hektar Lahan Sawah, Diduga Tercemar Limbah Perusahan PT. ARA dan PT. JAS

Rabu, 29 Oktober 2025 - 09:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Timur – Petani sawah di desa Batu Raja dan desa Bumi Restu, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, terancam gagal panen disebabkan lahan sawah diduga tercemar Limbah perusahan PT. Alam Raya Abdi (PT. ARA) dan PT. Jaya Abadi Semesta (PT. JAS) yang terjadi pada tanggal 26,27 dan 28 Oktober 2025.

Hal itu terungkap pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD bersama PT. ARA dan PT JAS dihadiri instansi teknis, kepala desa Batu Raja, kepala desa Bumi Restu, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di aula kantor Camat Wasile, Selasa 29 Oktober 2025. RDP tersebut, dipimpin langsung Wakil Ketua II DPRD Haltim, Abdul Latif Mole.

Wakil Ketua II DPRD Haltim, Abdul Latif Mole mengatakan limbah yang masuk dilahan sawah masyarakat pada tanggal 26,27 dan 28 Oktober 2025, ada 15 hekat di bagian barat sungai Opiyang dan 15 hektar di desa Batu Raja. Oleh karena itu kita meminta pihak perusahan agar supaya bertanggung jawab terhadap kejadian yang terjadi beberapa hari lalu tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memang harus ada penanganan di hulu, karena terjadi di lahan masyarakat ini sudah di hilir ya. Pertama yang harus diselesaikan adalah solusinya adalah dihulunya,” kata, Latif.

Ia mengatakan, pihaknya khawatirkan logam berat yang masuk di lahan pertanian masyarakat, sehingga menimbulkan hasil produksi petani menurun.

Walaupun sudah pernah ganti rugi oleh kedua perusahan kepada masyarakat akan tetapi, situasi ini berulang dikhawatirkan nanti, produksi hasil penen menurun,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pertama di arel PT. ARA harus dibuat cekdam yang besar, sehingga mampu menampung sedimen agar tidak turun sampai ke sungai bahkan ke sawah masyarakat terutama di sungai mou-mou itu sangat riskan. Sebab, terjadi curah hujan tinggi tidak bisa dihindarkan pasti matrial sedimen akan masuk ke lahan pertanian masyarakat.

Menjadi satu hal yang kita lihat di lapangan ternyata di bendungan bbu itu menjadi salah satu hal yang harus diselesaikan PT JAS dan PT. ARA dan mereka sudah beresdia untuk mengangkut maletrial sedimen yang masuk di bendungan bbu tersebut. Mudah mudah itu menjadi solusi kekuruhan terjadi di posisi barat sungai Opiyang,” cetusnya.

Ia menambahkan, dilakukannya RDP bersama PT. ARA dan PT. JAS, karena banyak laporan dari masyarakat terkait kasus berkaitan dengan sedimen yang masuk ke lahan masyarakat

Yang pasti sesuai moto DPRD Haltim adalah cepat merespon sehingga kita langsung turun investigasi dan kita lakukan RDP sebagai tanda DPRD tegas dan kami sudah rapat har ini,” pungkasnya. (red)

Komentar

Berita Terkait

Ketua DPD Gerindra Malut Suntik Semangat Kader di Halsel, Pemuda Tani: Gerindra Harus Menang Bersama Rakyat pada 2029
Gerindra Malut Tancap Gas, Sahril Thahir Targetkan Struktur Partai Tuntas Hingga 249 Desa di Halsel
Haryadi Ahmad Pimpin PBSI Malut, Usung Misi Besar Cetak Atlet Berprestasi Nasional
DPD Gerindra Kecam Pemprov Malut Penyelenggaraan MTQ Malut Dilaksanakan di Ruang Bawa Tanah Mesjid Raya Sofifi
Agromaritim: Antara Romantisme Konsep dan Kekosongan Implementasi
Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo
Fraksi Perjuangan-Demokrat “Kuliti” Kinerja APBD 2025: Anggaran Besar, Dampak ke Rakyat Masih Dipertanyakan
HOMPIMPA: Tradisi dan Konsep Penyerahan kepada Tuhan
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:24 WIT

Ketua DPD Gerindra Malut Suntik Semangat Kader di Halsel, Pemuda Tani: Gerindra Harus Menang Bersama Rakyat pada 2029

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:31 WIT

Gerindra Malut Tancap Gas, Sahril Thahir Targetkan Struktur Partai Tuntas Hingga 249 Desa di Halsel

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:45 WIT

Haryadi Ahmad Pimpin PBSI Malut, Usung Misi Besar Cetak Atlet Berprestasi Nasional

Senin, 22 Juni 2026 - 07:26 WIT

DPD Gerindra Kecam Pemprov Malut Penyelenggaraan MTQ Malut Dilaksanakan di Ruang Bawa Tanah Mesjid Raya Sofifi

Senin, 22 Juni 2026 - 03:20 WIT

Agromaritim: Antara Romantisme Konsep dan Kekosongan Implementasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:14 WIT

Fraksi Perjuangan-Demokrat “Kuliti” Kinerja APBD 2025: Anggaran Besar, Dampak ke Rakyat Masih Dipertanyakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:15 WIT

HOMPIMPA: Tradisi dan Konsep Penyerahan kepada Tuhan

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:52 WIT

Sahril Thahir Turun Langsung ke Halteng, Gerindra Matangkan Konsolidasi dan Siapkan Peresmian Kantor Baru

Berita Terbaru