Refleksi Menyambut Milad HMI Ke – 79 Tahun Hilangnya Kesadaran Kader HMI di Era Hegemoni Teknologi

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di saat Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Belanda berusaha menguasai kembali, dan sistem pendidikan barat membawa pengaruh sekularisme yang membuat banyak mahasiswa muslim merasa malu mengaku beragama Islam, bahkan menganggap agama tidak sesuai zaman. Lafran Pane, yang saat itu belajar di Sekolah Tinggi Islam (STI) Yogyakarta, melihat kondisi ini dan berpendapat bahwa jika umat Islam benar-benar mengamalkan ajaran agama, tidak akan terjajah selama berabad-abad.

Ayahanda Lafran Pane mulai mengajukan gagasan pembentukan organisasi mahasiswa Islam kepada beberapa rekan di STI, tujuannya untuk mengoptimalkan peran mahasiswa dalam mempertahankan kemerdekaan serta memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di kalangan kaum terpelajar.

Pada tahun 1946 November – 1947 Januari, Ayah Handa Lafran Pane mulai mengkonsolidasikan gagasan tersebut dengan rekan-rekannya dari berbagai daerah seperti Ambarawa, Palembang, Jember, Semarang, dan lain-lain. Mereka melakukan diskusi mendalam tentang tujuan, visi, serta struktur organisasi yang akan dibentuk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para calon pendiri itu pun mulai menyusun dasar-dasar organisasi, termasuk merumuskan tujuan utama dan awal dari anggaran dasar (AD), yang kemudian akan disahkan saat pembentukan resmi.

Pada 5 Februari 1947, Lafran Pane meminta izin kepada dosen Tafsir Al-Qur’an, Husein Yahya, untuk menggunakan jam perkuliahan sebagai waktu rapat di ruang kuliah STI yang berlokasi di Jalan Setiodiningratan “Jalan Panembahan Senopati” Yogyakarta. Dalam rapat tersebut, ia mengumumkan bahwa persiapan pembentukan organisasi telah selesai.

Ajakan Lafran disambut oleh empat belas mahasiswa sehingga secara resmi terbentuklah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tokoh-tokoh yang hadir antara lain Karno To Zarkasyi, Dahlan Husein, Mais Aroh Hilal, Siti Zainab, Suwali, dan lainnya.

Dalam rapat itu juga disahkan tujuan HMI, yaitu mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam. Selain itu, dibentuk pengurus pertama dengan Lafran Pane sebagai Ketua Umum, Asmin Nasution sebagai Wakil Ketua, serta pembagian tugas untuk penulis dan bendahara. Anggaran rumah tangga “ART” kemudian dibuat pada masa yang akan datang.

Kemudian seiring berjalannya waktu di selengarakanlah kongres Pertama “HMI” Himpunan Mahasiswa Islam, di Yogyakarta pada 30 November 1947. Setelah HMI berdiri, organisasi ini mulai berkembang dan menarik minat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain itu, kondisi nasional yang masih menghadapi ancaman Agresi Militer Belanda membuat diperlukan konsolidasi organisasi agar dapat berperan lebih optimal dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjalankan tujuan awal berdirinya HMI. Yakni Mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam.

HMI telah lama menjadi wadah perjuangan, menjadi pijakan bagi generasi muda Islam di Indonesia, termasuk di Bacan, Maluku Utara – dengan landasan nilai-nilai Pancasila, ajaran Islam moderat, dan komitmen memperjuangkan kepentingan rakyat serta kemajuan daerah. Namun kini, kita merasakan bersama bahwa sebagian kader mulai bergeser dari tujuan utama organisasi, dan teknologi yang seharusnya menjadi alat produksi pengetahuan seolah dikendalikan oleh teknologi itu sendiri.

1. Apa yang Saya Lihat dari “Hilangnya Kesadaran Kader HMI

Kesadaran kader HMI seharusnya tidak hanya sebatas mengetahui sejarah organisasi, tapi juga tercermin dalam perhatian nyata terhadap berbagai isu yang menghadang bangsa Indonesia hari ini terutama di daerah yang ada HMI.

Sebagai seorang kader HMI Cabang Bacan saya tahu betul bahwa masyarakat Halmahera Selatan sedang menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Enta itu Pembangunan ekonomi pesisir yang belum merata, degradasi sumber daya alam akibat eksploitasi yang tidak terkendali, dan keterbatasan akses pendidikan di pelosok desa.

Namun sayangnya, banyak kader HMI yang lebih fokus mengikuti tren viral, seperti konten hiburan yang tidak berbasis pengetahuan atau perdebatan kusir tentang bermacam isu yang bahkan tidak mereka pahami secara mendalam. Beberapa di antaranya bahkan melupakan bagaimana perjuangan Alumni HMI Cabang yang berjuang untuk mendirikan HMI di Halmahera Selatan dengan berbagai problematika yang di hadapi, serta menjadi motor penggerak dalam memperjuangkan kemaslahatan umat dan bangsa.

2. Bagaimana Hegemoni Teknologi Mempengaruhi Kader HMI Cabang Bacan

Apa yang saya rasa hari ini sebagai kader HMI Cabang Bacan!. HMI Cabang Bacan dahulu sangat menakutkan bagi sebagian besar pemerintah daerah bukan karna mereka anarkis ketika demontrasi. Tapi karna, arah juang yang jelas serta nalar kritis yang mereka punya.

Namun kini banyak kader telah terhegemoni oleh teknologi, Algoritma di platform media sosial seringkali telah menyajikan konten yang sudah terpikirkan sebelum kita membuka dan menjelajahi handphone, membuat mereka sulit membedakan mana opini, berita dan informasi.

Seringkali ketika kita ingin membuka ruang diskursus tentang pentingnya menjaga, observasi serta menjelajahi pentingnya mengedukasi bahwa alam dan manusia dua ciptaan Tuhan yang saling membutuhkan, jika alam rusak maka kehidupan manusia pun rusak. Itulah sedikit yang saya pahami dari cover bukunya Sekretaris Jendral PB HMI Kanda Muh Jusrianto (HMI Change).

Kebanyakan kader lebih tertarik dengan berita tentang proyek pembangunan besar yang dianggap “modern”, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Selain itu, kemudahan mengakses informasi tidak diimbangi dengan kemampuan literasi. Masalah lainnya adalah terlalu fokus pada popularitas, beberapa kader lebih peduli dengan jumlah pengikut di media sosial ketimbang menjalankan program kerja untuk meningkatkan potensi kader-kader HMI.

3. Dampak yang Terjadi dan Mengapa Kita Harus Bertindak

Jika kondisi ini dibiarkan, saya khawatir HMI Cabang Bacan akan kehilangan kredibilitas yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Beberapa orang bertanya “Kenapa HMI sekarang hanya aktif di sosmed saja, tidak ada kerja nyata di lapangan” Padahal kita punya potensi besar untuk menjadi agen perubahan terkhususnya di Halmahera Selatan. Selain itu, generasi muda Halmahera Selatan yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan daerah justru terjebak dalam kebodohan informasi dan sikap individualis. Namun saya percaya bahwa teknologi bukanlah musuh – jika digunakan dengan tepat, melainkan senjata paling ampuh untuk mengasah kemampuan kritis.

Barangkali tulisan ini menjadi jalan pulang serta jalan Juang HMI Cabang. Bahwa eksistensi HMI Cabang Bacan masih tumbuh dan menjadi kendaraan kritis dalam membina pemerintah dengan gerakan-gerakan intelektual.(*)

Komentar

Berita Terkait

Ancaman PHK Dalam Bayang-bayang RKAB
Menggugah Kesadaran Ideologis, antara Warisan Perjuangan Dan Kenyamanan Elit. (Catatan Kritis Pada Milad HMI Ke – 79)
CATATAN SINGKAT UNTUK MENGAMBIL PELAJARAN : LEON TROTSKY
Kekerasan Seksual terhadap Anak di Halmahera Selatan: Ketika Penegakan Hukum Kehilangan Kepekaan dan Kepastian
KAPITALISME: GLOBALISASI SETENGAH MATI
KNPI Halmahera Selatan Dibajak Kepentingan: DPD I Tutup Mata
BURUH BERKUASA, RAKYAT SEJAHTERA
PRESIDIUM BARU, HARAPAN BARU: MERUMUSKAN PETA JALAN KAHMI HALUT 2025-2030
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 01:47 WIT

Ancaman PHK Dalam Bayang-bayang RKAB

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:56 WIT

Refleksi Menyambut Milad HMI Ke – 79 Tahun Hilangnya Kesadaran Kader HMI di Era Hegemoni Teknologi

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:48 WIT

Menggugah Kesadaran Ideologis, antara Warisan Perjuangan Dan Kenyamanan Elit. (Catatan Kritis Pada Milad HMI Ke – 79)

Sabtu, 3 Januari 2026 - 16:37 WIT

CATATAN SINGKAT UNTUK MENGAMBIL PELAJARAN : LEON TROTSKY

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:29 WIT

Kekerasan Seksual terhadap Anak di Halmahera Selatan: Ketika Penegakan Hukum Kehilangan Kepekaan dan Kepastian

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:10 WIT

KAPITALISME: GLOBALISASI SETENGAH MATI

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:09 WIT

KNPI Halmahera Selatan Dibajak Kepentingan: DPD I Tutup Mata

Senin, 8 Desember 2025 - 14:07 WIT

BURUH BERKUASA, RAKYAT SEJAHTERA

Berita Terbaru

Regional

Sarbin Sehe Lantik Sekda Haltim Jadi Ketua KONI Haltim

Kamis, 2 Apr 2026 - 10:21 WIT

Regional

Gedung Limabot Faifiye di Universitas Khairun Diresmikan

Selasa, 31 Mar 2026 - 08:22 WIT