tajukmalut.com | Halmahera Timur – Aktivitas tambang PT. Nusa Karya Arindo (NKA) di wilayah Marnopo, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, menganggu kenyamanan arus lalulintas dari arah desa Mabapura ke Maba, Ibukota Kabupaten Halrim.
Sebab, aktivitas kendaraan berat menangkut metrial tambang ke pelabuhan Jetty melewati jalan umum, maka PT. NKA akan membangun jalan layang tanbang, merujuk pada jakan khusus (Hauling Road) di areal pertambangan yang dirancang untuk kendaraan berat mengangut metrial, sering kali dibangun secara layang (Flyover).
Pls. Manager PT. NKA, Aldi Aldita Sulistayadi mengatakan, untuk realisasi pembangunan jalan layang atau Flyover di Marnopo direncanakan rampung pada Tahun 2027.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahun 2026, proses pembangunan infrakstuktur Flyover sudah mulai jalan, kita berkerja sama dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Jadi realisasinya dintahun 2027,” pungkasnya.
Menangapi janji PT. NKA terhadap rencana pembangunan Flyober tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Haltim melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengharapkan pembangunan Flyover direlisasikan.
Kepala Dishub Haltim, Dwi Cahyono mengatakan, terkait dengan rencana Flyover di Marnopo, ia bersama Komisi III telah mendatangi kantor PT. NKA di Jakarta, dalam rangka mempertanyakan pekerjaan jembatan layang tersebut.
“Dishub dan Komisi III, sudah menemui langsung di kantor pusat, dalam kesempatan itu kami menanyakan keseriusan dari PT NKA terkait jembatan layang, karena memang hal itu menjadi urgen,” kata, Dwi pada Selasa 6 Januari 2026.
Ia menjelaskan, khususnya wilayah Moronopo, dilihat dari sisi iklim memiliki kultur tanah yang kurang bagus kemudian aliran air yang sangat kuat, sehingga permukaan jalan lintas kadang licin dan dipenuhi lumpur, akibat dari aktifitas unit perusahan saat pemuatan material
“Untuk itu, pihak perusahan harus dan segera membuat jembatan layang, agar menjaga kualitas jalan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dwi mengatakan, Pemda melalui Diahub Haltim, serta masyarakat pada umumnya, sangat mengharapkan agar Flyover segera dibangun, seperti dikatakan pihak PT. NKA
“Kami berharap kepada PT NKA, kalau sudah ada tender pemenagangnya agar segera dibangun, karena dalam pekerjaan jembatan layang, tentu membutuhkan waktu yang cukup lama,” tuturnya.
Ia menambahkan, Dishub berkeyakinan rencana pembangunan Flayover akan direalisasikan, karena di tahun 2026 proses pembangunan infrakstukturnya.(red)









