tajukmalut.com | Kayoa Guruapin – gerakan aksi akar transparansi, hal ini merujuk pada upaya kolektif, seringkali didorong oleh warga atau aliansi, untuk menunutut keterbukaan informasi, akuntabilitas dan tata kelola yang baik, biasa disebut Good Governanve mulai tingkat dasar hingga pemerintahan.
Bahsar Harisun, selaku mantan ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Guruapin (IPMG) Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, menyikapi aksi unjuk rasa dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Desa Guruapin dan diikuti puluhan warga, terhadap bentuk protes atas buruknya tata kelola pemerintahan desa pada Senin kemarin, 19 Januari 2026 berawal transparansi.
“Gerakan aksi akar transparansi adalah bagian dari koreksi terhadap pimpinannya di desa. Koreksi bukan tentang lawan, namun tentang sikap saling meperbaiki alias haladaik,” kata, Bahsar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, zhar sapaan akrba Bahsar mengatakan, transparansi diera digital saat ini bertujuan mepermudahkan publik mengawasi kinerja pemrintah melalui akses informasi.
“Tentu kiranya, pemerintah baik tingat pusat sampai ditingkat desa, terutama persoalan di desa Guruapain kecamatan Kayoa, momen gerakan aliansi di jadikan catatan koreksi pemerintah desa,” ungkapnya
Ia menjelaskan, gerakan liansi Masyarakat Peduli Desa Guruapin menuntut pertanggubg jawaban kepala desa yang diduga lalai menjalankan tugas berbulan – bulan, sehingga mengakibatkan pelayanan pemerintah desa lumpuh, benar atau tidak. Karena tidak ada penjelasan resmi baik disampaikan oleh Kades mapun perangkat desa lainya.
“Tentang pelayanan, Kades lebih memilih berada diluar daerah seperti tuntutan Alinasi. Ini menunjukaan perangkat desa patutut diragukan. pungkasnya.
Ia menabahkan, tuntutan aliansi harus menjadi catatan kritis dari pemerintah kecamatan, sebab pemeintah kecamatan selaku perpanjangan pemerintah kabupaten, sampaikan dialil kebernarnya.
“Jika tuntutan Alinasi ada bebenaranya, wajib hukumnya, akar tra sparansi harus diubgkap,” pungkasnya.(red)










