SMIT “PETANI BUKAN ANGKA, MAHASISWA BUKAN PENONTON, PEMERINTAH BUKAN PEMILIK KEBENARAN.”

Senin, 28 September 2026 - 11:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Jakarta 28 September 2026, Ketua Solidaritas Muda Indonesia Timur (SMIT), Mesak Habari, menilai pernyataan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, yang mempertanyakan mandat mahasiswa dalam menyuarakan persoalan Perda Hilirisasi Kelapa justru memperlihatkan cara pandang yang sempit terhadap gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil.

“Sejak kapan mahasiswa harus menjadi petani terlebih dahulu agar berhak membela kepentingan petani? Apakah mahasiswa harus menjadi nelayan untuk mengkritik kebijakan perikanan, menjadi buruh untuk bicara soal ketenagakerjaan atau menjadi pejabat untuk mengkritik pemerintah?” tegas Mesak.
Menurut Mesak, pertanyaan itu keliru, Mahasiswa bukan lembaga penerbit surat kuasa. Mereka bagian dari masyarakat sipil. Mereka berhak membaca kebijakan, meneliti dampaknya, lalu mengkritik kekuasaan.

Kalau setiap kritik harus membawa surat mandat, demokrasi akan menyusut menjadi urusan administrasi.katanya

Mesak menambahkan, yang mesti dijawab pemerintah bukan berapa petani yang datang dan siapa yang memberi mandat. Tetapi yang harus dijawab adalah apakah Perda Hilirisasi Kelapa benar-benar memperkuat posisi tawar petani atau justru mempersempit pilihan pasar mereka?

Buka harga kelapa sebelum dan sesudah Perda, buka rantai pasoknya, buka siapa pembelinya, buka siapa yang menikmati nilai tambahnya dan buka posisi tawar petani.tambahnya

Jika hilirisasi benar-benar menyejahterakan petani, buktikan dengan angka.
Jangan meminta rakyat percaya hanya karena sebuah kebijakan sudah disahkan menjadi Perda.

Perda bukan kitab suci dan kebijakan bukan benda sakral. Keduanya tetap boleh dikritik, diuji dan dievaluasi.tegas Mesak

Pemerintah juga tidak perlu sibuk mencari siapa yang memberi mahasiswa surat mandat. Sebab demokrasi bukan hanya soal siapa yang berkuasa tetapi demokrasi juga soal siapa yang masih boleh bertanya ketika kekuasaan merasa paling benar. Tutup Mesak Habari. (red)

Komentar

Berita Terkait

Surat Sudah Didisposisi Bupati, Tindak Lanjut Dipertanyakan, Aliansi Garda Kubung Menggugat Adukan Bupati dan DPMD ke Ombudsman
BBM Nelayan Langka, FORKOT HALUT Desak BPH Migas Bongkar Tata Kelola SPBN
Dana Disebut Sudah Tersedia Sejak 8 September, Mengapa Jasa Pelayanan RSUD Weda Masih Ditahan?
‎Brayen Lajame Soroti Penunjukan Pengurus KSB: IKA TOGALE Itu Paguyuban Besar, Jangan Main Tunjung Langsung
SISKEUDES Produk BPKP, Sekda Haltim: Mendukung Pengelolaan Keuangan Desa
Didampingi Kuasa Hukum Ramli Antula S.H., M.H., CPAdj ; Tabris Djalal Laporkan Pemilik Usaha PlayStation di Popilo
Seleksi PS. Kayoa Mulai Bergulir, Bidik Telenta Terbaik
Insiden Pemukulan di Rental PS, Kades Popilo Sampaikan Klarifikasi Atas Pemberitaan Media yang Sifatnya Sepihak dan Akan Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:05 WIT

SMIT “PETANI BUKAN ANGKA, MAHASISWA BUKAN PENONTON, PEMERINTAH BUKAN PEMILIK KEBENARAN.”

Senin, 28 September 2026 - 11:00 WIT

Surat Sudah Didisposisi Bupati, Tindak Lanjut Dipertanyakan, Aliansi Garda Kubung Menggugat Adukan Bupati dan DPMD ke Ombudsman

Minggu, 27 September 2026 - 08:39 WIT

BBM Nelayan Langka, FORKOT HALUT Desak BPH Migas Bongkar Tata Kelola SPBN

Minggu, 27 September 2026 - 08:34 WIT

Dana Disebut Sudah Tersedia Sejak 8 September, Mengapa Jasa Pelayanan RSUD Weda Masih Ditahan?

Senin, 21 September 2026 - 03:37 WIT

SISKEUDES Produk BPKP, Sekda Haltim: Mendukung Pengelolaan Keuangan Desa

Sabtu, 19 September 2026 - 13:06 WIT

Didampingi Kuasa Hukum Ramli Antula S.H., M.H., CPAdj ; Tabris Djalal Laporkan Pemilik Usaha PlayStation di Popilo

Jumat, 18 September 2026 - 03:30 WIT

Seleksi PS. Kayoa Mulai Bergulir, Bidik Telenta Terbaik

Kamis, 17 September 2026 - 13:54 WIT

Insiden Pemukulan di Rental PS, Kades Popilo Sampaikan Klarifikasi Atas Pemberitaan Media yang Sifatnya Sepihak dan Akan Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru