Setahun WARKOP, Bedah Agromaritim BASAM–HELMI: Gagal atau Perlu Revisi Total?

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan, 15 Februari 2026 – Tepat satu tahun berdirinya WARKOP (Warung Rakyat Kopi), komunitas diskusi publik ini menggelar dialog terbuka bertajuk “Membaca Ulang Visi Agromaritim BASAM–HELMI”. Forum tersebut menjadi ruang refleksi kritis terhadap arah pembangunan Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya pada visi agromaritim yang selama ini digaungkan dalam kepemimpinan BASAM–HELMI.

Dialog yang berlangsung dinamis itu menghadirkan tiga pemateri dari unsur pemerintah, legislatif, dan akademisi. Dari unsur pemerintah daerah, hadir Hasbur Somadayo; dari legislatif, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, Rustam Ode Nuru; serta akademisi Universitas Khairun, Dr. Muammil Sunan.

Mewakili pemerintah daerah, Hasbur Somadayo menegaskan bahwa visi agromaritim tetap menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Halmahera Selatan. Menurutnya, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas pembangunan sektor pertanian dan kelautan, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berkomitmen memperkuat visi agromaritim dengan melakukan penyesuaian terhadap kondisi pengangguran dan tantangan fiskal daerah. Efisiensi bukan berarti stagnasi, tetapi penataan ulang agar lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi potensi lokal sebagai strategi mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan petani.

Sementara itu, Rustam Ode Nuru secara terbuka mengakui masih adanya kendala keuangan daerah yang perlu dibenahi. Ia menyoroti sektor-sektor mendasar yang menurutnya belum sepenuhnya optimal, terutama pada aspek pendistribusian hasil pertanian dan perikanan.

“Masalah kita bukan hanya produksi, tetapi distribusi dan tata kelola keuangan. Ini yang harus diperbaiki jika ingin visi agromaritim benar-benar berdampak pada masyarakat,” tegasnya.

Menurut Rustam, perlu ada pembenahan sistem yang terintegrasi agar hasil pertanian dan perikanan dapat memiliki nilai tambah serta akses pasar yang lebih luas.

Dari perspektif akademik, Dr. Muammil Sunan menilai bahwa kesuksesan agromaritim tidak cukup hanya pada narasi visi, tetapi membutuhkan konektivitas antarlembaga dan dukungan infrastruktur yang memadai.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antar-OPD (Organisasi Perangkat Daerah) serta penguatan infrastruktur dasar, mulai dari akses jalan produksi hingga fasilitas penyimpanan hasil perikanan.

“Tanpa konektivitas antar-OPD dan perencanaan yang kuat, visi agromaritim hanya akan menjadi slogan. Di sinilah peran BAPPEDA harus menjadi leading sector pembangunan,” ungkap Muammil.

Menurutnya, BAPPEDA harus mampu memastikan seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu irama kebijakan yang terintegrasi dan terukur.

Suasana dialog semakin memanas saat sesi tanya-jawab. Ketua BARAH secara tegas menyatakan bahwa visi Agromaritim BASAM–HELMI telah gagal menjawab persoalan mendasar masyarakat.

Pernyataan tersebut memantik respons beragam dari peserta dialog. Sebagian menganggap kritik tersebut sebagai bentuk evaluasi konstruktif, sementara lainnya menilai bahwa visi tersebut masih dalam proses dan membutuhkan waktu serta konsistensi implementasi.

Dialog publik ini pun menjadi refleksi satu tahun perjalanan WARKOP sebagai ruang diskusi kritis dan partisipatif di Halmahera Selatan. Forum tersebut diharapkan terus menjadi wadah pertukaran gagasan, kontrol sosial, sekaligus penguat demokrasi lokal dalam mengawal arah pembangunan daerah.(red)

Komentar

Berita Terkait

Ketua KONI Haltim Resmi Buka Turnamen Futsal Cup I SeOPMI
Diani Hastuti Tiwar Minta Maaf kepada Sahrir Tahir dan Gerindra Maluku Utara
Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar
Menatap Bupati Cup 2026, Kecamatan Bacan Teken Kontrak Kepelatihan dan Gelar Seleksi 3 Hari
Wakil Bupati Haltim Buka Pelatihan Wirausaha Muda Pramuka Penegak
Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata
Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda
Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 00:33 WIT

Ketua KONI Haltim Resmi Buka Turnamen Futsal Cup I SeOPMI

Sabtu, 12 September 2026 - 11:19 WIT

Diani Hastuti Tiwar Minta Maaf kepada Sahrir Tahir dan Gerindra Maluku Utara

Jumat, 11 September 2026 - 13:14 WIT

Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar

Selasa, 8 September 2026 - 06:45 WIT

Wakil Bupati Haltim Buka Pelatihan Wirausaha Muda Pramuka Penegak

Sabtu, 5 September 2026 - 15:51 WIT

Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata

Kamis, 3 September 2026 - 06:17 WIT

Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:17 WIT

Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:49 WIT

Warga Moti Meninggal, HMI Soroti Buruknya Layanan Kesehatan

Berita Terbaru

Regional

Ketua KONI Haltim Resmi Buka Turnamen Futsal Cup I SeOPMI

Senin, 14 Sep 2026 - 00:33 WIT