Tambang Nikel di Pulau Obi : Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Sosial

Kamis, 12 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kehadiran industri pertambangan nikel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, telah menciptakan dinamika pembangunan yang kompleks. Secara makroekonomi, kontribusi sektor pertambangan terhadap pertumbuhan wilayah memang sangat signifikan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada triwulan II tahun 2023, Maluku Utara menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional, yakni sebesar 23,9%, yang sebagian besar ditopang oleh aktivitas pengolahan dan pemurnian nikel di Pulau Obi dan Pulau Halmahera (Badan Pusat Statistik,2023). Namun, jika dicermati lebih dalam, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal, khususnya di desa-desa lingkar tambang. BPS Maluku Utara mencatat bahwa jumlah penduduk miskin di provinsi ini justru mengalami peningkatan dari 79.870 orang (6,35%) pada Maret 2022 menjadi 83.800 orang (6,46%) pada Maret 2023 (BPS Provinsi Maluku Utara, 2023). Kenaikan ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi belum dirasakan secara merata oleh masyarakat terdampak tambang.

Ketimpangan akses kerja juga menjadi isu utama. Meskipun sektor tambang membuka banyak lapangan kerja, mayoritas tenaga kerja yang terserap adalah pekerja dari luar daerah. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kapasitas teknis masyarakat lokal yang belum sesuai dengan kebutuhan industri (Simarmata, 2021). Ketidakseimbangan ini menimbulkan kecemburuan sosial dan memperkuat stratifikasi ekonomi antara penduduk lokal dan pendatang. Selain itu, tekanan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat semakin nyata. Laporan dari Action for Ecology and Emancipation of the People (AEER) menunjukkan bahwa di Desa Kawasi, sekitar area operasional Harita Nickel, terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), termasuk pada bayi dan anak-anak, yang diduga berkaitan dengan debu tambang dan aktivitas PLTU berbahan bakar batubara (AEER, 2023). Di sisi lain, perubahan sosial akibat ekspansi industri juga mengganggu tatanan budaya lokal. Konflik agraria, pergeseran nilai-nilai adat, dan ketimpangan kompensasi menjadi realitas sosial baru yang dihadapi oleh masyarakat Obi (Pattinama & Idrus, 2020.

Dengan demikian, meskipun industri tambang nikel memberikan kontribusi ekonomi secara nasional dan regional, dampaknya di tingkat lokal masih menyisakan banyak persoalan. Kebijakan pembangunan berbasis ekstraktif seperti di Pulau Obi memerlukan pendekatan yang lebih inklusif dan berkeadilan, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal secara menyeluruh dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komentar

Berita Terkait

Refleksi Menyambut Milad HMI Ke – 79 Tahun Hilangnya Kesadaran Kader HMI di Era Hegemoni Teknologi
Menggugah Kesadaran Ideologis, antara Warisan Perjuangan Dan Kenyamanan Elit. (Catatan Kritis Pada Milad HMI Ke – 79)
CATATAN SINGKAT UNTUK MENGAMBIL PELAJARAN : LEON TROTSKY
Kekerasan Seksual terhadap Anak di Halmahera Selatan: Ketika Penegakan Hukum Kehilangan Kepekaan dan Kepastian
KAPITALISME: GLOBALISASI SETENGAH MATI
KNPI Halmahera Selatan Dibajak Kepentingan: DPD I Tutup Mata
BURUH BERKUASA, RAKYAT SEJAHTERA
PRESIDIUM BARU, HARAPAN BARU: MERUMUSKAN PETA JALAN KAHMI HALUT 2025-2030
Berita ini 193 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:56 WIT

Refleksi Menyambut Milad HMI Ke – 79 Tahun Hilangnya Kesadaran Kader HMI di Era Hegemoni Teknologi

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:48 WIT

Menggugah Kesadaran Ideologis, antara Warisan Perjuangan Dan Kenyamanan Elit. (Catatan Kritis Pada Milad HMI Ke – 79)

Sabtu, 3 Januari 2026 - 16:37 WIT

CATATAN SINGKAT UNTUK MENGAMBIL PELAJARAN : LEON TROTSKY

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:29 WIT

Kekerasan Seksual terhadap Anak di Halmahera Selatan: Ketika Penegakan Hukum Kehilangan Kepekaan dan Kepastian

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:10 WIT

KAPITALISME: GLOBALISASI SETENGAH MATI

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:09 WIT

KNPI Halmahera Selatan Dibajak Kepentingan: DPD I Tutup Mata

Senin, 8 Desember 2025 - 14:07 WIT

BURUH BERKUASA, RAKYAT SEJAHTERA

Jumat, 5 Desember 2025 - 06:20 WIT

PRESIDIUM BARU, HARAPAN BARU: MERUMUSKAN PETA JALAN KAHMI HALUT 2025-2030

Berita Terbaru

Regional

Kemenag Haltim Resmi Tetapkan Zakat Firtah Rp. 40 Ribu Rupiah

Kamis, 12 Feb 2026 - 14:38 WIT

Regional

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Selasa, 10 Feb 2026 - 16:24 WIT