Senator Hasby Yusuf Desak Pemerintah Ungkap Status Bandara di Area IWIP

Jumat, 28 November 2025 - 10:39 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Jakarta – Senator DPD RI asal Maluku Utara, Hasby Yusuf, meminta pemerintah pusat menjelaskan secara terbuka status fasilitas penerbangan di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang mengungkap adanya bandara di Indonesia yang beroperasi tanpa perangkat negara.

Pernyataan Menhan yang disampaikan pada 20 November 2025 tersebut menimbulkan pertanyaan publik, terutama setelah peneliti Indonesia Strategic and Defense Studies (ISDS) menyebut Bandara PT IMIP di Morowali bekerja tanpa layanan negara sejak 2019. Kondisi itu memicu kekhawatiran adanya pola serupa pada kawasan industri strategis lainnya, termasuk IWIP di Maluku Utara.

“Jika benar ada bandara yang beroperasi tanpa bea cukai, imigrasi, atau otoritas negara, maka ini ancaman serius bagi kedaulatan ekonomi dan ruang udara kita,” tegas Senator Hasby Yusuf di Jakarta.

IWIP merupakan kawasan industri hilirisasi nikel terbesar di Indonesia timur dan menjadi pusat aktivitas ekspor-impor serta arus masuk tenaga kerja dalam jumlah besar setiap tahun. Mobilitas tersebut diduga menggunakan fasilitas udara internal yang hingga kini belum memiliki penjelasan publik mengenai legalitas dan kehadiran perangkat negara di dalamnya.
Hasby menegaskan bahwa negara tidak boleh absen dalam ruang industri strategis yang berkaitan langsung dengan sumber daya alam, perdagangan internasional, dan lalu lintas tenaga kerja asing.

“IWIP adalah kawasan vital. Bila bandara di sana beroperasi, maka keberadaan imigrasi, bea cukai dan AirNav wajib ada. Tidak boleh ada ruang udara industri yang berjalan tanpa pengawasan negara,” ujarnya.

Hasby Yusuf secara resmi meminta pemerintah pusat, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Ditjen Imigrasi, dan TNI–Kemhan untuk memberikan klarifikasi dengan tiga langkah berikut:
1. Mengumumkan daftar bandara yang dimaksud Menhan sebagai ‘tanpa perangkat negara’, dan memastikan apakah IWIP termasuk di dalamnya.
2. Melakukan audit lapangan serta verifikasi izin operasional bandara di area industri, khususnya Weda Bay.
3. Mewajibkan manajemen IWIP membuka informasi publik terkait keberadaan otoritas negara di fasilitas penerbangan kawasan industri.

Menurutnya, keterbukaan ini penting untuk mencegah risiko penyalahgunaan jalur logistik, masuknya TKA tanpa prosedur resmi, serta potensi kebocoran hasil tambang yang dapat merugikan negara.

Senator Hasby menegaskan bahwa investasi dan industrialisasi harus berjalan seiring dengan tata kelola yang benar dan penguatan peran negara.

“Kita dukung hilirisasi dan investasi, tapi jangan sampai negara hanya jadi penonton di tanahnya sendiri. Mengawasi bandara adalah bagian dari menjaga kedaulatan,” pungkasnya.

Hasby berharap pemerintah memberikan respons resmi dalam waktu dekat, agar tidak muncul spekulasi liar dan publik mendapatkan kejelasan atas status bandara di kawasan IWIP.(red)

Komentar

Berita Terkait

HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten Mengecam Keras Pemda Halsel dan DPRD Dapil Gane: Kebakaran Hutan dan Kebun Warga Gane Barat Selatan Meluas, Otoritas Daerah Mandul Respons!
Sekretaris Gerindra Halsel Apresiasi Gerak Cepat Bawaslu Sosialisasikan Putusan MK 128
Kecelakaan Maut Truk PT ANI, PA-Malut Soroti Pengawasan K3 Disnaker Maluku Utara
Diduga Pakai Material Ilegal di Proyek Jalan Saketa-Dehepodo, HIPMA Halsel Desak Polda Malut Turun Tangan
SMIT “PETANI BUKAN ANGKA, MAHASISWA BUKAN PENONTON, PEMERINTAH BUKAN PEMILIK KEBENARAN.”
Surat Sudah Didisposisi Bupati, Tindak Lanjut Dipertanyakan, Aliansi Garda Kubung Menggugat Adukan Bupati dan DPMD ke Ombudsman
BBM Nelayan Langka, FORKOT HALUT Desak BPH Migas Bongkar Tata Kelola SPBN
Dana Disebut Sudah Tersedia Sejak 8 September, Mengapa Jasa Pelayanan RSUD Weda Masih Ditahan?
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 04:29 WIT

HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten Mengecam Keras Pemda Halsel dan DPRD Dapil Gane: Kebakaran Hutan dan Kebun Warga Gane Barat Selatan Meluas, Otoritas Daerah Mandul Respons!

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIT

Sekretaris Gerindra Halsel Apresiasi Gerak Cepat Bawaslu Sosialisasikan Putusan MK 128

Rabu, 30 September 2026 - 10:17 WIT

Kecelakaan Maut Truk PT ANI, PA-Malut Soroti Pengawasan K3 Disnaker Maluku Utara

Rabu, 30 September 2026 - 03:13 WIT

Diduga Pakai Material Ilegal di Proyek Jalan Saketa-Dehepodo, HIPMA Halsel Desak Polda Malut Turun Tangan

Senin, 28 September 2026 - 11:05 WIT

SMIT “PETANI BUKAN ANGKA, MAHASISWA BUKAN PENONTON, PEMERINTAH BUKAN PEMILIK KEBENARAN.”

Senin, 28 September 2026 - 11:00 WIT

Surat Sudah Didisposisi Bupati, Tindak Lanjut Dipertanyakan, Aliansi Garda Kubung Menggugat Adukan Bupati dan DPMD ke Ombudsman

Minggu, 27 September 2026 - 08:39 WIT

BBM Nelayan Langka, FORKOT HALUT Desak BPH Migas Bongkar Tata Kelola SPBN

Minggu, 27 September 2026 - 08:34 WIT

Dana Disebut Sudah Tersedia Sejak 8 September, Mengapa Jasa Pelayanan RSUD Weda Masih Ditahan?

Berita Terbaru