Kematian Massal Hewan Air di Sungai Obi Diduga Akibat Limbah PT. HARITA GROUP

Rabu, 25 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan, 25 Juni 2025 — Warga Kecamatan Obi kembali diresahkan dengan matinya berbagai hewan air di salah satu sungai utama di kawasan tersebut. Salah satu temuan mengejutkan adalah matinya ikan sogili (belut raksasa) dalam jumlah besar yang ditemukan terapung dan membusuk di sepanjang aliran sungai.

Seorang pekerja tambang yang tidak ingin disebutkan namanya membagikan foto dirinya tengah memegang dua ekor sogili mati yang ditemukan di sekitar kawasan operasional tambang PT Harita Group. Peristiwa ini menambah kekhawatiran publik terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang diduga kuat bersumber dari limbah beracun hasil aktivitas pertambangan nikel.

Ini bukan kali pertama. Sungai ini dulu jernih, jadi sumber kehidupan. Sekarang airnya berwarna keruh, berbau, dan banyak ikan mati,” ujar seorang warga Desa Kawasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerhati lingkungan dan aktivis masyarakat Obi menyebutkan bahwa perubahan warna air, bau menyengat, serta kematian biota air adalah indikator kuat adanya pencemaran berat. Limbah kimia seperti logam berat dan bahan beracun lainnya dari proses tambang disebut-sebut sebagai penyebab utama.

Jika benar terbukti ada pelanggaran dan pencemaran, maka Perusahaan yang bersangkutan harus bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi soal keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat lokal,” tegas salah satu aktivis Obi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Harita Group. Sementara itu, masyarakat dan aktivis terus mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan KLHK untuk segera turun tangan, melakukan investigasi mendalam, serta mengambil langkah hukum bila ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan.

Kasus ini menambah panjang daftar persoalan lingkungan hidup yang muncul akibat pertambangan di wilayah Halmahera Selatan, khususnya di Pulau Obi yang menjadi salah satu pusat eksploitasi nikel terbesar di Indonesia. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan sungai-sungai yang rusak bisa dipulihkan kembali untuk kepentingan generasi masa depan.(red)

Komentar

Berita Terkait

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
Pemuda Muhamadiyah Hadir Sebagai Kekuatan Moral, Intelektual dan Sosial
Hadiri Hari Pers Nasional di Banten, Bupati Haltim : Pers Memiliki Peran Vital di Daerah
Konfercab Ke-IV GMNI Halsel Resmi Dibuka, Ketum DPP Tekankan Dialektika Intelektual Kader
HUT ke-18 Gerindra, DPD Maluku Utara Tebar Kepedulian Sosial
Bupati Haltim Temui BPH Migas Usul Penambahan Kuota BBM
Milad ke-18 Gerindra, DPC Halsel Gelar “Gerindra Berbagi” di Sejumlah Titik
Tahun ini Pemda Haltim Bakal Tuntaskan Tapal Batas Antar Desa di Lima Kecamatan Zona Maba
Berita ini 329 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:24 WIT

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Senin, 9 Februari 2026 - 13:58 WIT

Pemuda Muhamadiyah Hadir Sebagai Kekuatan Moral, Intelektual dan Sosial

Senin, 9 Februari 2026 - 08:24 WIT

Hadiri Hari Pers Nasional di Banten, Bupati Haltim : Pers Memiliki Peran Vital di Daerah

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:23 WIT

Konfercab Ke-IV GMNI Halsel Resmi Dibuka, Ketum DPP Tekankan Dialektika Intelektual Kader

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:17 WIT

Bupati Haltim Temui BPH Migas Usul Penambahan Kuota BBM

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:57 WIT

Milad ke-18 Gerindra, DPC Halsel Gelar “Gerindra Berbagi” di Sejumlah Titik

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:36 WIT

Tahun ini Pemda Haltim Bakal Tuntaskan Tapal Batas Antar Desa di Lima Kecamatan Zona Maba

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:34 WIT

Perdana Program MBG, Sekda Haltim Jangan Terkooptasi Dengan Medsos

Berita Terbaru

Regional

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Selasa, 10 Feb 2026 - 16:24 WIT

Nasional

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta

Sabtu, 7 Feb 2026 - 12:59 WIT